Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Kompas.com - 20/01/2020, 23:00 WIB
Pelaku pencabulan anak diamankan tim Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (20/1/2020). KOMPAS.COM/A. FAIZALPelaku pencabulan anak diamankan tim Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (20/1/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pelaku pencabulan terhadap belasan anak di umur di Tulungagung, Jawa Timur, ditangkap tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Polisi menyebut, pelaku adalah ketua komunitas Gay Tulungagung.

"Pelaku bernama M Soleh, kebetulan dia adalah ketua komunitas Gay di Tulungagung, atau Ketua Ikatan Gay Tulungagung disingkat Igata," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pitra Andrias Ratulangie, kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

Pelaku yang namanya populer dipanggil Mami Soleh itu tercatat telah melakukan pelecehan seksual terhadap 11 anak laki-laki di bawah umur.

Baca juga: Seorang Guru Agama di Aceh Utara Cabuli 2 Orang Santri

 

"Korban dijanjikan akan diberi uang Rp 150.000 hingga Rp 200.000 jika bersedia dicabuli," terang Pitra.

Korban yang terbujuk lalu diajak ke rumahnya di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.

Selain melakukan di sofa, pelaku juga kerap melakukan pelecehan terhadap korbannya di tempat tidur.

Pelaku sendiri memiliki sebuah kedai kopi yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Di kedai kopi tersebut, pelaku merayu korbannya yang masih berusia anak-anak.

"Kami minta masyarakat yang pernah menjadi korban untuk segera melapor di kantor polisi terdekat," ucap Pitra.

M Soleh sendiri mengaku sudah sejak setahun terakhir melakukan pencabulan terhadap para korbannya, di periode 2018 hingga 2019.

"Korban sendiri yang datang kepada saya, dan saya ajak ke rumah," kata Soleh.

Baca juga: Seorang Pria di Melawi Cabuli Anak Tiri Berulang Kali hingga Hamil

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari pelaku seperti celana dalam, dan beragam majalah, foto-foto pria telanjang dan sejumlah CD berisi film porno hubungan sesama jenis.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Regional
Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Regional
Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Regional
'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
'Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain'

"Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain"

Regional
7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X