Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Kompas.com - 20/01/2020, 22:07 WIB
Sejumlah pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah menggelar aksi damai memprotes pungutan ganda oleh Pemkot Tegal dengan duduk di tangga akses masuk pasar Senin (20/1/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSejumlah pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah menggelar aksi damai memprotes pungutan ganda oleh Pemkot Tegal dengan duduk di tangga akses masuk pasar Senin (20/1/2020)

TEGAL, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang Pasar Pagi Blok A Kota Tegal, Jawa Tengah, menggelar aksi damai duduk di tangga akses masuk utama pasar untuk menolak adanya penarikan biaya ganda oleh pengelola pasar, Senin (20/1/2020).

Mereka menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menyalahi aturan karena menarik uang untuk retribusi dan biaya sewa kios di pasar itu.

Dalam aksinya mereka juga membentangkan spanduk dengan berbagau macam tulisan.

Di antaranya; "Pejabat menjadi penjahat kalau menindas rakyat", dan lainnya.

Aksi mereka yang semula akan mengunjungi Balai Kota Tegal untuk mengadu ke Wali Kota Dedy Yon Supriyono, sempat terhalang oleh kehadiran sejumlah orang yang mengaku pendukung wali kota.

Salah satu peserta aksi, Eri Sudjono mengatakan, aksi yang dilakukan para pedagang sebagai bentuk protes adanya pungutan tersebut.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 tahun 2016 tidak boleh ada pungutan ganda," kata Eri.

Baca juga: Harga Cabai di Karawang Naik 2 Kali Lipat Jadi Rp 70.000 Per Kg, Pedagang Resah

Menurut Eri, berdasarkan hasil kesepakatan antara pedagang Pasar Pagi Blok A dan Wali Kota Dedy Yon Supriyono, Pemkot Tegal hanya akan menarik biaya sewa kios dan tidak memungut retribusi atau dihapuskan.

"Namun, pada kenyataannya yang nunggak tetap harus membayar sampai dengan Agustus 2018 dan mereka yang telah membayar sampai dengan 2019 akan dikembalikan," ujar Eri.

Sementara itu, kordinator pendukung wali kota, Ahmad Firdaus, yang menemui pedagang, menilai aksi yang dilakukan pedagang tidak wajar.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X