Sengketa Lahan dengan Pemkot Samarinda, Mantan Anggota DPRD Tutup Jalan Umum

Kompas.com - 20/01/2020, 18:04 WIB
Mantan anggota DPRD Samarinda, Hairil Usman (duduk) menunjukan surat tanah saat aksi tutup jalan di Rapak Indah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/1/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONMantan anggota DPRD Samarinda, Hairil Usman (duduk) menunjukan surat tanah saat aksi tutup jalan di Rapak Indah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/1/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Mantan anggota DPRD Samarinda Hairil Usman menutup akses Jalan Rapak Indah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/1/2020).

Hairil merupakan anggota DPRD Samarinda periode 2014-2019.

Hal itu dilakukan Hairil karena lahan yang diklaim sebagai miliknya digunakan sebagai jalan umum.

Menurut dia, Pemkot Samarinda tidak mengganti rugi atas lahan alih waris orangtuanya, almarhum Djagung Hanafiah.


Sebelumnya, politisi PDI-P ini menggugat Pemkot di Pengadilan Negeri Samarinda dan memenangi gugatan tersebut.

Putusan hakim PN Samarinda pada Kamis (6/9/2018) memerintahkan Pemkot Samarinda membayar ganti rugi sebesar Rp Rp 8,7 miliar.

Tak puas dengan putusan PN, Pemkot Samarinda mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Kaltim.

Baca juga: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Akhirnya Akui Tak Punya Garis Keturunan Kerajaan

 

Langkah Pemkot Samarinda lagi-lagi kandas.

Hakim PT dalam putusannya memperkuat putusan PN Samarinda, Selasa (5/11/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Regional
Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Regional
Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Regional
Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Regional
Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Regional
Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Regional
Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Regional
Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Regional
Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Regional
Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Regional
Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Regional
Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Regional
Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Regional
Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Regional
Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X