Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Kompas.com - 20/01/2020, 16:42 WIB
Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dedi Mulyadi saat menghadiri Karnaval Budaya di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (22/12/2019). Dalam kesempatan itu, Dedi meminta sekolah - sekolah mengajarkan para siswi menenun, merenda, dan menyulam sebagai bagian pendidikan karakter. KOMPAS.COM/FARIDAAnggota DPR RI Fraksi Golkar Dedi Mulyadi saat menghadiri Karnaval Budaya di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (22/12/2019). Dalam kesempatan itu, Dedi meminta sekolah - sekolah mengajarkan para siswi menenun, merenda, dan menyulam sebagai bagian pendidikan karakter.

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi khawatir rencana kebijakan pemerintah pusat mencabut subsidi gas elpiji 3 kilogram berdampak negatif bagi rakyat miskin.

Menurut dia, jika subsidi gas yang dikenal tabung melon itu dicabut, otomatis harganya dipastikan naik hingga lebih dari 100 persen.

Saat ini harga gas 3 kilogram hanya Rp 16.000 dan akan naik menjadi Rp 36.000 per tabung jika subsidi dicabut.

"Dampaknya gas elpiji 3 kilogram itu akan langsung terasa oleh para pedagang kecil seperti tukang bakso, tukang mi ayam, tukang bandros dan pedagang kecil lain. Selama ini, produksi usaha mereka sangat bergantung pada gas elpiji 3 kilogram," kata Dedi Mulyadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2020).


Baca juga: Jokowi Putuskan soal Subsidi Elpiji 3 Kg Setelah Dapat Laporan dari Menteri

Dampak tersebut akan membawa efek domino.

Menurut dia, dengan kenaikan yang terjadi, para pedagang kecil itu akan melakukan penyesuaian harga jual produk dengan memperkecil ukuran jualannya.

"Selain memperkecil ukuran, pedagang juga akan mencampur bahan baku produksi makanan jualan dengan bahan yang lebih murah dan berkualitas rendah," tuturnya.

Dampak dari pengurangan mutu makanan akan mengancam kesehatan masyarakat yang menjadi konsumen, terutama anak-anak.

Menurut Dedi, selama ini anak-anak dan remaja merupakan segmen utama konsumen produk para pedagang kecil.

Akhirnya, lanjut Dedi, biaya kesehatan menjadi semakin mahal dan rumah sakit akan kian terbebani oleh banyaknya para pasien yang datang berobat.

"Jadi seluruh aspek ini harus kita bicarakan secara bersama-sama, sebelum kita mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan hidup masyarakat banyak," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana mencabut subsidi elpiji 3 kilogram pada pertengahan 2020.

Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem distribusi tepat sasaran elpiji 3 kilogram.

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Meledak, 3 Warga Cianjur Alami Luka Bakar

 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Djoko Siswanto beberapa hari yang lalu mengatakan, secara prinsip pemerintah dan DPR telah menyetujui sistem distribusi tertutup elpiji 3 kilogram.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Regional
Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X