Korban Banjir Bandang Tanah Datar Butuh Hunian Sementara

Kompas.com - 20/01/2020, 10:47 WIB
Pemkab Tanah Datar, Sumbar tetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang selama 7 hari terhitung Sabtu (18/1/2020) Dok: BPBD Tanah DatarPemkab Tanah Datar, Sumbar tetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang selama 7 hari terhitung Sabtu (18/1/2020)

PADANG, KOMPAS.com - Korban banjir bandang di Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat membutuhkan hunian sementara (Huntara) karena rumahnya tidak layak huni.

Data terakhir, tercatat ada lima kepala keluarga yang rumahnya hancur diterjang banjir bandang.

Saat ini, korban sementara tinggal di rumah keluarganya sampai ada Huntara.

"Ada lima kepala keluarga yang rumahnya hancur. Saat ini, mereka terpaksa tinggal sementara di rumah keluarganya. Ini yang akan kita rencanakan buat Huntara," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Benny Yuhendri yang dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2020).

Baca juga: Pemkab Tanah Datar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Selama 7 Hari

Selain lima rumah itu, menurut Benny tercatat satu warung, bengkel, usaha perabot, kantor PDAM dan satu sekolah PAUD yang juga mengalami rusak berat.

Untuk Huntara, menurut Benny, saat ini Pemkab Tanah Datar masih mencari lokasi dan meminta persetujuan warga.

"Dalam rapat kemarin, memang diputuskan akan dibuat Huntara bagi korban, namun kita butuh izin dan persiapannya," jelas Benny.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang di Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan selama 7 hari terhitung Sabtu (18/1/2020).

"Status tanggap tanggap darurat bencana banjir bandang di Padang Laweh Malalo 18-24 Januari 2020," kata Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma yang dihubungi Kompas.com, Minggu (19/1/2020).

Baca juga: 4 Rumah Warga, Kantor, Bengkel dan Warung Hancur Dihantam Banjir Bandang di Tanah Datar

Banjir badang yang terjadi Jumat (17/1/2020) itu juga sempat membuat akses jalan lingkar Danau Singkarak terputus total karena jalan ditutupi material longsor.

Material longsor menutupi badan jalan sepanjang 200 meter dengan tinggi hingga 1,5 meter.

"Tapi sekarang akses jalan sudah bisa dilewati dengan lancar," jelas Zuldafri.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Regional
Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Regional
Jembatan Cincin Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jembatan Cincin Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
Ini Motif Kakak Adik Habisi Bocah SD di Tepi Hutan Mojokerto

Ini Motif Kakak Adik Habisi Bocah SD di Tepi Hutan Mojokerto

Regional
Tabrak Truk dari Belakang, Mobil Gran Max Hancur di Tol Bawen, Penumpang Tewas

Tabrak Truk dari Belakang, Mobil Gran Max Hancur di Tol Bawen, Penumpang Tewas

Regional
Alasan Remaja di Magetan Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Alasan Remaja di Magetan Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Tiga Siswi SMP Dilarikan ke Puskesmas Usai Minum Sirup Lemon

Tiga Siswi SMP Dilarikan ke Puskesmas Usai Minum Sirup Lemon

Regional
Puluhan Orang yang Kontak dengan WN Jepang Positif Corona Dipantau

Puluhan Orang yang Kontak dengan WN Jepang Positif Corona Dipantau

Regional
Kisah Febri 17 Tahun Lumpuh, Hanya Bisa Diam di Kasur, Hidup Mandiri dengan Chanel YouTube

Kisah Febri 17 Tahun Lumpuh, Hanya Bisa Diam di Kasur, Hidup Mandiri dengan Chanel YouTube

Regional
Marak Curanmor, Kapolda NTB Sarankan Kunci Pakai Rantai

Marak Curanmor, Kapolda NTB Sarankan Kunci Pakai Rantai

Regional
Terungkap Misteri Bocah SD yang Tewas di Tepi Hutan Mojokerto

Terungkap Misteri Bocah SD yang Tewas di Tepi Hutan Mojokerto

Regional
Ayahnya Lumpuh, Bocah SD Ini Kerja Jemur 10.000 Batu Bata, Diupah Rp 30.000 Per Hari

Ayahnya Lumpuh, Bocah SD Ini Kerja Jemur 10.000 Batu Bata, Diupah Rp 30.000 Per Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X