Terkendala Biaya, Bayi Kembar Siam di Batam Terancam Tak Dioperasi

Kompas.com - 19/01/2020, 13:24 WIB
Bayi kembar siam yang merupakan anak dari pasangan Suci dan Risky, warga Nongsa, Batam, Kepulauan Riau terancam gagal jalani operasi. Sebab untuk proses operasi proses pemisahan dirinya harus menyiapkan biaya hingga Rp1,1 miliar. KOMPAS.COM/HADI MAULANABayi kembar siam yang merupakan anak dari pasangan Suci dan Risky, warga Nongsa, Batam, Kepulauan Riau terancam gagal jalani operasi. Sebab untuk proses operasi proses pemisahan dirinya harus menyiapkan biaya hingga Rp1,1 miliar.

BATAM, KOMPAS.com – Bayi kembar siam anak dari pasangan Suci dan Risky, warga Nongsa, Batam, Kepulauan Riau terancam gagal jalani operasi. Sebab untuk proses operasi proses pemisahan, Suci dan Risky harus menyiapkan biaya hingga Rp 1,1 miliar.

Risky ayah dari bayi kembar siam ini mengaku tidak tahu harus berbuat apa untuk mencari uang senilai tersebut. 

Apalagi, Risky hanya bekerja sebagai buruh serabutan.

“Anak saya ini lahir 7 Desember 2019 lalu dan saat ini kata dokter harus dioperasi,” kata Risky saat ditemui di RSBP Batam, Sekupang, Minggu (19/1/2020).

Baca juga: Tak Didampingi Keluarga, Ibu di Pangkalan Bun Lahirkan Bayi Kembar Siam Dempet Dada dan Perut

Risky berharap agar ada donatur yang mau meminjamkan uang atau mau membantunya agar buah hatinya ini bisa hidup normal.

Untuk keluhan saat ini tidak ada, si bayi sama sekali terlihat normal bahkan minum susunya pun lancar.

“Hanya saja dokter menyarankan agar anak saya ini dioperasi, karena dari kembar ini harus ada salah satu yang diselamatkan, karena hanya memiliki satu organ untuk dua badan tersebut.

Baca juga: Tak Bisa Dipisahkan, Bayi Kembar Siam di Bali Diperbolehkan Pulang

Kepala Rumah Sakit Badan Pengusaha (RSBP) Batam, dr Sigit Riyarto mengatakan operasi pemisahan nantinya hanya bisa menyelamatkan satu bayi saja.

 

Hal ini dikarenakan bayi tersebut hanya memiliki satu organ untuk dua badan, yakni jantung dan hatinya Cuma satu sehingga sulit untuk menyelamatkan keduanya.

“Meskipun harus berbagi organ vital, saat ini bayi kembar siam tersebut dalam kondisi baik. Berat badan bayi itu kini mencapai 3,4 kilogram,” kata Sigit menjelaskan.

 Sigit juga mengatakan Bayi tersebut aktif dan refleksnya juga bagus, pihaknya berharap nantinya bisa akan dilakukan operasi dan proses operasinya berjalan normal.

“Saya berharap doa seluruh masyarakat Batam, Kepri agar semuanya dapat berjalan lancar ya,” ungkap Sigit.

Ditanyai berapa besaran biaya yang diperlukan untuk operasi tersebut, Sigit mengaku mencapai Rp1,1 miliar rupiah.

“Itu perkiraan kami dan operasinya bisa dilakukan di RSBP Batam, karena alat-alat yang diperlukan semuanya ada di rumah sakit ini,” paparnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Corona Jatim 10 April: 33 Kasus Covid-19 Baru, Tersebar di 17 Kabupaten dan Kota

UPDATE Corona Jatim 10 April: 33 Kasus Covid-19 Baru, Tersebar di 17 Kabupaten dan Kota

Regional
14 Orang Pesta Seks di Hotel Makassar, Digerebek Saat 6 Remaja Bugil, Polisi Temukan Sabu

14 Orang Pesta Seks di Hotel Makassar, Digerebek Saat 6 Remaja Bugil, Polisi Temukan Sabu

Regional
Pasutri di Lampung Meninggal dalam Sehari Positif Corona, Dinkes Bilang Bukan Transmisi Lokal

Pasutri di Lampung Meninggal dalam Sehari Positif Corona, Dinkes Bilang Bukan Transmisi Lokal

Regional
Sempat Terputus 13 Jam karena Longsor, Akses Agam-Padang Pariaman Kembali Lancar

Sempat Terputus 13 Jam karena Longsor, Akses Agam-Padang Pariaman Kembali Lancar

Regional
2 Mucikari Fasilitasi 14 Remaja Pesta Seks Ternyata Pasangan Suami Istri

2 Mucikari Fasilitasi 14 Remaja Pesta Seks Ternyata Pasangan Suami Istri

Regional
Penyanyi Dandut Ditemukan Meninggal di Dapur Rumahnya, Punya Riwayat Darah Rendah

Penyanyi Dandut Ditemukan Meninggal di Dapur Rumahnya, Punya Riwayat Darah Rendah

Regional
Kasus Perdana Covid-19 di Grobogan: TKW dari Hongkong, Pulang Desember 2019, ke Yogyakarta Maret 2020

Kasus Perdana Covid-19 di Grobogan: TKW dari Hongkong, Pulang Desember 2019, ke Yogyakarta Maret 2020

Regional
Sedang Ratakan Sawah, Petani di Aceh Utara Temukan Bom Sepanjang 40 Cm

Sedang Ratakan Sawah, Petani di Aceh Utara Temukan Bom Sepanjang 40 Cm

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Padang Meninggal Diduga Terjangkit Saat Gelar Pernikahan Anak

1 Pasien Positif Covid-19 di Padang Meninggal Diduga Terjangkit Saat Gelar Pernikahan Anak

Regional
Viral, Seorang Kakek Sebut Daun Leben Obat Corona Setelah 3 Kali Bermimpi

Viral, Seorang Kakek Sebut Daun Leben Obat Corona Setelah 3 Kali Bermimpi

Regional
UPDATE Corona di Padang: 18 Kasus Positif, 2 Meninggal

UPDATE Corona di Padang: 18 Kasus Positif, 2 Meninggal

Regional
Mayat Pria dan Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Kontrakan, Keluar Cairan Coklat dari Mulut

Mayat Pria dan Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Kontrakan, Keluar Cairan Coklat dari Mulut

Regional
Kasus Ketiga Positif Corona di Jombang Berasal dari Klaster Asrama Haji Surabaya

Kasus Ketiga Positif Corona di Jombang Berasal dari Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
ASN Ini Dinyatakan Positif Covid-19 Sebelum Lanjutkan Beasiswa S3 ke Amerika

ASN Ini Dinyatakan Positif Covid-19 Sebelum Lanjutkan Beasiswa S3 ke Amerika

Regional
Sejak Akhir Maret, 7.662 Pemudik Pulang Kampung ke Gunungkidul

Sejak Akhir Maret, 7.662 Pemudik Pulang Kampung ke Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X