Tak Mau Disebut Miskin, Pasutri Ini Bayar Biaya Persalinan dengan Uang Koin Hasil Menabung

Kompas.com - 18/01/2020, 10:57 WIB
Riska (27), menggendong bayinya, yang baru berumur sepekan di rumahnya di Desa Rahong, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (17/01/2020). Riska membayar biaya persalinan anak pertamanya itu menggunakan uang koin pecahan Rp1.000. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANRiska (27), menggendong bayinya, yang baru berumur sepekan di rumahnya di Desa Rahong, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (17/01/2020). Riska membayar biaya persalinan anak pertamanya itu menggunakan uang koin pecahan Rp1.000.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Pasangan suami istri (pasutri) asal Kampung Mekarsari, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yanto (30), dan Riska (27), membayar biaya persalinan anak pertamanya dengan uang koin pecahan Rp 1.000.

Awalnya, pasutri tersebut merasa waswas caranya membayar dengan uang receh itu akan ditolak pihak puskesmas.

Namun, saat mengetahui alasan dibalik kisah mereka, justru pihak puskesmas memberikan apresiasi.

Baca juga: Suami Istri Keluarga Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan Pakai Uang Receh, Puskesmas: Kami Salut...

Koordinator Bidan Puskesmas Cilaku, Dida mengatakan pihak puskesmas awalnya kaget mengetahui pasutri tersebut membayar dengan uang koin pecahan Rp 1.000 dengan total mencapai Rp 500.000.

"Kita tanya, ternyata mereka dari keluarga kurang mampu. Salutnya kita, mereka tidak mau disebut miskin, tetap ingin bayar penuh, tak mau digratiskan," ucapnya.

Setelah mengetahui alasan itu, pihak puskesmas memutuskan untuk mengembalikan uang sebesar Rp 500 ribu tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga masih memberikan tambahan uang Rp 200 ribu kepada pasutri itu untuk membantu memenuhi keperluan si bayi.

Sementara itu, Riska mengaku sengaja membayar dengan uang koin pecahan Rp 1.000 yang totalnya mencapai Rp 500.000 karena memang tidak ada pilihan.

"Waktu itu harus bayar Rp 1.450.000, namun kami hanya punya uang sejuta, itupun hasil kukumpul (mengumpulkan). Jadinya, terpaksa bongkar celengan," kata Riska kepada Kompas.com, Jumat (17/1/2020).

Saat membuka celengan itu, ia menyebut terkumpul uang sebesar Rp 800 ribu dalam bentuk pecahan Rp 1.000 dan Rp 500.

Uang itu ditabung selama sembilan bulan, saat mereka mengetahui sedang mulai mengandung anak pertama.

Rencananya, uang koin itu akan ditukarkan terlebih dahulu sebelum dibayarkan ke puskesmas.

Namun, karena dianggap kondisinya waktu itu tidak memungkinkan, akhirnya dibawa dalam bentuk koin dan ditaruh dalam plastik warna putih.

Penulis : Kontributor Cianjur, Firman Taufiqurrahman | Editor : Farid Assifa, Aprillia Ika

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X