Intip Strategi Pemkot Surabaya Atasi Banjir hingga Surut dalam 3 Jam

Kompas.com - 17/01/2020, 09:00 WIB
Pengendara kendaraan bermotor melintas di jalan yang tergenang air di Jalan Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/1/2020). Hujan deras selama sekitar tiga jam yang mengguyur kota Surabaya menyebabkan sejumlah kawasan di kota Surabaya tergenang air. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc. Didik SuhartonoPengendara kendaraan bermotor melintas di jalan yang tergenang air di Jalan Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/1/2020). Hujan deras selama sekitar tiga jam yang mengguyur kota Surabaya menyebabkan sejumlah kawasan di kota Surabaya tergenang air. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

SURABAYA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (15/1/2020) sore hingga malam hari menyebabkan 32 titik jalan protokol Kota Pahlawan terendam banjir.

Ketinggian banjir yang menggenangi 32 titik jalan protokol itu bervariasi, yakni mulai 10 cm hingga 80 cm atau hampir mencapai 1 meter.

Meski demikian, banjir di sejumlah jalan protokol cepat surut hanya dalam waktu sekitar dua sampai tiga jam.

Baca juga: Berita Foto: Banjir Terjadi di 32 Titik di Surabaya, Pemkot Sebut Genangan Air

Bagaimana cara Pemerintah Kota Surabaya mengatasi banjir?

1. Rumah pompa

Kepala Dinas PU Binamarga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, Pemkot Surabaya memiliki 59 rumah pompa yang telah dibangun dan difungsikan selama ini.

Ke-59 rumah pompa itu dimaksimalkan saat Surabaya diguyur hujan hingga terendam banjir. Sehingga, banjir bisa cepat surut seiring dengan redanya hujan.

"59 rumah pompa yang telah dibangun selama ini, selalu kita maksimalkan saat hujan deras turun," kata Erna ditemui di ruang kerjanya, di Balai Kota Surabaya, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Tak Ingin Disebut Kebanjiran, Pemkot Surabaya Sebut Hanya Genangan Air

Menurut dia, dari 59 rumah pompa yang telah dibangun itu, setiap rumah pompa ada yang memiliki 5-8 pompa. Total, Pemkot Surabaya telah memiliki 204 pompa.

Dia menjelaskan, saat terjadi hujan deras pada Rabu (15/1/2020), Pemkot Surabaya memanfaatkan rumah pompa di kawasan Gunungsari I dan Gunungsari II.

Dua rumah pompa tersebut, kata Erna, memiliki 8 pompa yang dimaksimalkan untuk mengatasi banjir di kawasan Mayjen Sungkono dan Darmo Park. Pada Rabu sore, kawasan Jalan Mayjen Sungkono terendam banjir hingga ketinggian 1 meter.

"Jadi, di situlah, di Jalan Mayken Sungkono yang dimaksimalkan (mengandalkan rumah pompa Gunungsari)," ujar Erna.

Baca juga: Surabaya Banjir, Jalan Protokol Tergenang hingga 1 Meter

Dia menambahkan, kapasitas 204 pompa yang ada di setiap pompa rata-rata memiliki daya sedot 3 meter kubik per detik. Bila diasumsikan, 8 pompa di rumah pompa Gunungsari bisa menyedot air 24 meter kubik per detik.

Sebanyak 59 rumah pompa itu, kata dia, selalu disiagakan saat Surabaya diguyur hujan deras.

Pemkot Surabaya akan terus memantau rumah pompa dan sejumlah saluran air untuk mengantisipasi terjadinya genangan air dan banjir yang berpotensi melanda Surabaya ketika diguyur hujan deras.

Baca juga: Surabaya Banjir, Jalan Protokol Tergenang hingga 1 Meter

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X