Anggota DPRD Tersangka Ijazah Palsu: Saya Menyesal Dulu Tak Lanjut Sekolah

Kompas.com - 17/01/2020, 06:31 WIB
Kadir (kanan) saat berada di kantor Kejari Kabupaten Probolinggo. KOMPAS.com/A. FaisolKadir (kanan) saat berada di kantor Kejari Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Terdakwa kasus ijazah palsu anggota DPRD Kabupaten Probolinggo non-aktif Abdul Kadir menyesal dan mengakui kesalahannya.

"Saya menyesal karena dulu tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA. Saya pun menggunakan ijazah yang difasilitasi Jon Junaidi (Ketua DPC Gerindra) untuk maju sebagai caleg tahun lalu," kata Kadir di kantor Pengadilan Negeri, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Jadi Tersangka Ijazah Palsu, Anggota DPRD Probolinggo F-Gerindra Ditahan

Pada sidang beberapa waktu lalu di hadapan majelis hakim, Kadir juga menyampaikan penyesalannya setelah dimintai tanggapan oleh majelis hakim mengenai kasusnya.

“Saya mengakui kesalahan sudah melakukan hal yang tidak baik pada masyarakat. Menyesal karena dulu tidak melanjutkan sekolah hingga SMA sehingga tak punya ijazah SMA," ujar Kadir.

Baca juga: Fakta Anggota DPRD Probolinggo F-Gerindra Jadi Tersangka Ijazah Palsu, Terancam 6 Tahun Penjara

Kadir menyebutkan, Jon Junaidi menjadi dalang dalam pembuatan ijazah Paket C palsu.

Saat maju pileg, Kadir tak memiliki ijazah SMA sebagai syarat pencalonan. Namun, menurut Kadir, Jon menawarkan ijazah tanpa sekolah. Kadir sanggup dengan membayar Rp 9 juta. Ijazah palsu itu pun dijadikan berkas kelengkapan pencalegan.

Baca juga: Pengikut Keraton Agung Sejagat Setor Uang Rp 110 Juta, Berharap Dapat Jabatan dan Gaji Dollar

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X