Ini Penjelasan BMKG soal Fenomena Eddy di Balik Banjir Surabaya

Kompas.com - 17/01/2020, 06:01 WIB
puluhan motor yang terparkir di ruko Darmo Park, Jl Mayjen Sungkono tergenang hingga setinggi spion motor usai hujan deras yang mengguyur, Rabu (15/1). Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak sore hari menimbulkan genangan air di berbagai lokasi di Surabaya. Diantaranya di Jl Mayjen Sungkono, Jl Indragiri serta Jl Dr. Soetomo. Sumber:surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq Sumber:surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haqpuluhan motor yang terparkir di ruko Darmo Park, Jl Mayjen Sungkono tergenang hingga setinggi spion motor usai hujan deras yang mengguyur, Rabu (15/1). Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak sore hari menimbulkan genangan air di berbagai lokasi di Surabaya. Diantaranya di Jl Mayjen Sungkono, Jl Indragiri serta Jl Dr. Soetomo. Sumber:surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak menuturkan banjir yang terjadi di beberapa titik Kota Surabaya pada Rabu (15/1/2020) hujan lebat yang terjadi karena pusaran udara yang luas di Kalimantan.

Baca juga: Berita Foto: Banjir Terjadi di 32 Titik di Surabaya, Pemkot Sebut Genangan Air

Prakirawan cuaca BMKG Tanjung Perak, Arrizal Rahman, mengatakan, pusaran udara yang luas di Kalimantan itu menarik angin dari wilayah lain sehingga angin yang terjadi di Surabaya menjadi tipis dan membuat awan lebih cepat terbentuk dan menimbulkan hujan deras.

"Kemarin ketika terjadi hujan lebat lalu timbul genangan air hingga 30 sentimeter di beberapa wilayah Surabaya itu, kami pantau ada sirkulasi berupa Eddy (kekacauan udara yang membentuk pusaran udara) di wilayah Kalimantan," kata Arrizal di kantornya, Kamis (16/1/2020).


Baca juga: Tak Ingin Disebut Kebanjiran, Pemkot Surabaya Sebut Hanya Genangan Air

Munculnya Eddy ini, menurut Arrizal, membuat hujan lebat terjadi dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi terjadi kembali hujan dengan intensitas tinggi karena hal itu bisa memicu konvergensi atau daerah pumpungan angin di Jawa Timur, terutama Surabaya.

"Sehingga terjadi hujan yang cukup lebat kemarin," ucap dia.

Baca juga: Surabaya Banjir, Jalan Protokol Tergenang hingga 1 Meter

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X