Kasus Kapal Asing Terdampar di Aceh Utara: Dimiliki WN Inggris, Dilaporkan Hilang di Thailand

Kompas.com - 16/01/2020, 23:34 WIB
Kapal asing berbendera Thailand ditambat di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (16/1/2020) KOMPAS.com/MASRIADI Kapal asing berbendera Thailand ditambat di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (16/1/2020)

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Seorang warna negara Inggris, Christopher mengaku sebagai pemilik Yacht yang ditemukan nelayan Muara Batu terdampar di perairan Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Koordinator Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Lhokseumawe, Yusriadi, Kamis (16/1/2020) kepada Kompas.com, mengaku sudah dihubungi oleh pemilik kapal asing tersebut.

Kapal itu ditambat di salah satu pelabuhan di Thailand, lalu hilang dan sempat dilaporkan ke polisi di Thailand.

“Dia (Christhoper) sudah komunikasi dengan kita. Untuk memastikan kebenaran kapal itu miliknya, maka kita selidiki lebih dalam, kita cocokan dokumen yang dia punya dengan kapal itu,” kata Yusriadi.

Baca juga: Kronologi Nelayan Aceh Utara Temukan Kapal Asing Tanpa Awak

Dia menyebutkan di kapal itu, timnya menemukan dokumen berupa passpor atasnama Christopher, kartu mastercard dan sejumlah dokumen lain.

Christopher sebut Yusriadi akan datang ke Aceh, 17 Januari 2020 lewat Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Kapal berbendera Thailand itu ditemukan oleh nelayan Muara Batu, Aceh Utara terombang-ambing. Saat ini, kapal itu ditambat ke Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara.

Menurut Yusriadi, Christopher sempat membuat laporan kapal itu hilang di satuan polisi Thailand.

Dia berjanji membawa dokumen lengkap dan surat laporan ke polisi Thailand.

“Nanti kita periksa semua dokumennya. Jika benar milik dia, maka akan kita serahkan,” pungkasnya.

Baca juga: Kapal Asing Masih Berkeliaran, Kenapa Mereka Suka Mencari Ikan di Natuna?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Bupati Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Regional
Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Regional
'Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli...'

"Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli..."

Regional
Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Regional
Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Regional
Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Regional
4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

Regional
Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Regional
2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

Regional
Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Regional
Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Regional
Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
Demi Ujian, Siswa MTs di Lereng Gunung Slamet Ini Jalan Kaki Berburu Sinyal dan Pakai Ponsel Bergantian

Demi Ujian, Siswa MTs di Lereng Gunung Slamet Ini Jalan Kaki Berburu Sinyal dan Pakai Ponsel Bergantian

Regional
6 Fakta Seputar Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar Narkoba

6 Fakta Seputar Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X