Korban Banjir Samarinda Capai 18.000 Jiwa, Siaga Darurat Diberlakukan

Kompas.com - 16/01/2020, 23:03 WIB
Warga di Bengkuring, Sempaja Timur Samarinda mengungsi karena rumah mereka terendam banjir, Selasa (14/1/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONWarga di Bengkuring, Sempaja Timur Samarinda mengungsi karena rumah mereka terendam banjir, Selasa (14/1/2020).

KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memperkirakan jumlah korban terdampak banjir yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Kaltim tersebut mencapai 18.000 jiwa.

Sekretaris BPBD Samarinda Hendra AH mengatakan, Pemerintah Kota Samarinda telah menetapkan status siaga darurat banjir.

Hal itu dilakukan setelah kurang lebih enam hari luapan air menggenangi permukiman warga.

"Saat ini sudah ditetapkan status siaga darurat banjir, supaya memudahkan koordinasi untuk penanggulangan banjir sekarang," kata Hendra di Samarinda, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Atasi Banjir Samarinda, Pemprov Kaltim Ingin Beli Penyedot Sampah dari Belanda

Dia menjelaskan, banjir yang terjadi sejak Sabtu ( 11/1/2020), terjadi di lima kecamatan yang ada di Kota Samarinda.

Kelima kecamatan yaitu Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Sambutan, Kecamatan Sungai Pinang, Palaran dan Samarinda Ulu.

Berdasarkan data dari BPBD, sedikitnya 8 RT lumpuh alias tak bisa beraktivitas.

Dia menjelaskan, ke- 8 RT ini tersebar di tiga Kelurahan yakni di Kelurahan Gunung Linggai ada 5 RT, kemudian di Kelurahan Lempake ada 1 RT, serta di Kelurahan Sempaja Timur ada 2 RT.

Masih dari data BPBD, wilayah yang terdampak banjir pun ada perubahan.

Sementara itu, sejumlah titik- titik banjir, misalnya yang terjadi di jalan Dr Sutomo Samarinda, kondisinya mulai surut, meski air masih terlihat menggenang di sepanjang jalan tersebut.

Baca juga: Samarinda Banjir, Dana Tanggap Darurat Rp 3 M Tak Bisa Cair, Ini Sebabnya

Sebagian warga sudah mulai beraktivitas membersihkan rumah, akibat luapan air yang sempat masuk ke dalam tempat tinggal mereka.

"Mudah- mudahan tidak hujan, karena air sudah mulai surut," kata Eko, warga Gang 8 Jalan Dr sutomo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Regional
Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Regional
Cerita Warga Tak Tahu Mesin ADM, Padahal Bisa Cetak e-KTP dan KK Tanpa Antre

Cerita Warga Tak Tahu Mesin ADM, Padahal Bisa Cetak e-KTP dan KK Tanpa Antre

Regional
Kasus Guru Ngaji Cabuli 2 Santri, Pimpinan Pesantren: Dia Bukan Ustaz, tapi Teknisi

Kasus Guru Ngaji Cabuli 2 Santri, Pimpinan Pesantren: Dia Bukan Ustaz, tapi Teknisi

Regional
Penculik Siswi SMA yang Kabur Saat Diperiksa Polisi Akhirnya Ditangkap

Penculik Siswi SMA yang Kabur Saat Diperiksa Polisi Akhirnya Ditangkap

Regional
Jurnalis Mongabay Asal AS Ditahan di Palangkaraya karena Penyalahgunaan Izin Tinggal

Jurnalis Mongabay Asal AS Ditahan di Palangkaraya karena Penyalahgunaan Izin Tinggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X