Atasi Banjir Samarinda, Pemprov Kaltim Ingin Beli Penyedot Sampah dari Belanda

Kompas.com - 16/01/2020, 22:32 WIB
Interceptor 001 yang kini beroperasi di Cengkareng Drain, Jakarta Utara. THE OCEAN CLEANUPInterceptor 001 yang kini beroperasi di Cengkareng Drain, Jakarta Utara.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana membeli alat penyedot sampah buatan Belanda untuk mengatasi masalah banjir di Samarinda.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi telah memerintahkan Dinas PUPR Kaltim terkait rencana tersebut. Menurut Hadi, alat tersebut pernah uji coba di Jakarta dan efektif.

"Minimal kita beli dua unit," kata Hadi Mulyadi kepada awak media, Rabu (16/1/2020) di Samarinda.

Baca juga: Samarinda Banjir, Dana Tanggap Darurat Rp 3 M Tak Bisa Cair, Ini Sebabnya

Alat penyedot sampah yang dimaksud Hadi adalah Interceptor 001 buatan Boyan Slat dari Belanda. Penyedot sampah ini berbentuk kapal.

Alat ini diluncurkan di Rotterdam, Belanda, dan pernah beroperasi di Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Mei 2019.

Interceptor 001 menyedot sampah dengan dua tali penjaring yang diarahkan ke conveyor belt.  Sampah itu kemudian dimasukkan ke kontainer yang tersedia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebutuhan alat tersebut menurut Hadi penting dimiliki oleh Pemprov Kaltim untuk menyedot sampah yang ada di Sungai Karang Mumus.

Baca juga: Dua Hari Mengungsi, Korban Banjir Samarinda Mengaku Belum Dapat Bantuan

Sungai yang membelah kota Samarinda, kini juga jadi drainase induk kota.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.