Jumlah Pengungsi Longsor Kabupaten Bogor Mencapai 19.821 Jiwa

Kompas.com - 16/01/2020, 22:13 WIB
Ribuan warga di Kabupaten Bogor Jawa Barat memilih mengungsi setelah rumah mereka luluh lantak diterjang bencana banjir dan longsor pada awal tahun 2020. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANRibuan warga di Kabupaten Bogor Jawa Barat memilih mengungsi setelah rumah mereka luluh lantak diterjang bencana banjir dan longsor pada awal tahun 2020.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat ada 19.821 jiwa yang mengungsi akibat bencana longsor.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan dengan rincian Kecamatan Sukajaya 14.233 orang, Jasinga 159 orang, Nanggung 4.217 orang dan Cigudeg 1.212 orang.

Dalam rapat bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Kamis (16/1/2020), Ade meminta agar pemerintah membantu proses relokasi di lahan milik PTPN yang dinilai aman dari longsor.

"(Dalam rapat) Bogor akan dibantu untuk relokasi kita sedang cari tanahnya. Saya juga minta ke Pak Gubernur untuk dibantu karena banyak tanah PTPN, untuk mempermudah kita minta bantuan untuk merelokasi di lahan PTPN yang punya kontur tanah cukup kuat," kata Ade saat ditemui usai rapat.

Baca juga: Menteri Basuki Pimpin Rapat Bahas Banjir Jabar Bersama 9 Kepala Daerah

Siapkan hunian sementara

Saat ini, lanjut Ade, mayoritas warga terdampak masih tinggal di pengungsian serta di rumah para kerabatnya.

Mengingat proses relokasi memakan waktu lama, ia berencana untuk menyiapkan hunian sementara bagi para korban terdampak.

Selain itu, ia juga telah menginstruksikan para kepala desa untuk mengklasifikasi tingkat kerusakan tempat tinggal warga.

"Kita masih hitung. Karena ada satu rumah yang diisi dua keluarga," kata Ade.

"Kita harus data biar valid. Kita sedang tugaskan kepala desa untuk klasifikasi kerusakan, tanahnya bisa dihuni atau tidak," ungkapnya.

Baca juga: Korban Tewas akibat Banjir Paling Banyak di Kabupaten Bogor

Bantuan Pemprov Jabar

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan membantu penggantian rumah warga sesuai dengan tingkat kerusakannya.

Nilai bantuan berkisar Rp 25 juta untuk rusak ringan dan Rp 50 juta untuk rusak berat.

Pria yang akrab disapa Emil itu, akan membantu menyediakan tempat tinggal sementara sambil menunggu proses relokasi dilakukan.

"Kita akan kebut minggu ini," jelas Emil. 

Baca juga: Banjir dan Longsor 1 Januari 2020 di Kabupaten Bogor Memakan 8 Korban Jiwa



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Regional
Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Regional
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Regional
Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Regional
Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Regional
Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Regional
Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Regional
Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Regional
Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat 'Nyapres', kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat "Nyapres", kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Regional
Bupati Kecam Aksi Vandalisme Mushala di Tangerang, MUI Minta Polisi Usut Tuntas

Bupati Kecam Aksi Vandalisme Mushala di Tangerang, MUI Minta Polisi Usut Tuntas

Regional
Disiksa dan Dibuang di Jalan, Kini Bocah 10 Tahun Itu Diasuh Kapolres Pelalawan

Disiksa dan Dibuang di Jalan, Kini Bocah 10 Tahun Itu Diasuh Kapolres Pelalawan

Regional
Merasa Gagal Jadi TKI, Udin Malu Pulang Kampung, Nekat Kembali ke Malaysia Malah Terjaring Operasi

Merasa Gagal Jadi TKI, Udin Malu Pulang Kampung, Nekat Kembali ke Malaysia Malah Terjaring Operasi

Regional
Klaster Covid-19 di Ponpes, Ganjar Minta Ada Protokol Khusus yang Disusun Bareng Kiai

Klaster Covid-19 di Ponpes, Ganjar Minta Ada Protokol Khusus yang Disusun Bareng Kiai

Regional
Pulang dari Kondangan di Cirebon, 21 Warga Temanggung Terpapar Corona, Ini Faktanya

Pulang dari Kondangan di Cirebon, 21 Warga Temanggung Terpapar Corona, Ini Faktanya

Regional
Tangis Haru Pak Ody, Driver Ojol Korban Order Fiktif 14 Ayam Geprek, Ini Akhir Kisahnya

Tangis Haru Pak Ody, Driver Ojol Korban Order Fiktif 14 Ayam Geprek, Ini Akhir Kisahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X