Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Samarinda Banjir, Dana Tanggap Darurat Rp 3 M Tak Bisa Cair, Ini Sebabnya

Kompas.com - 16/01/2020, 20:59 WIB
Zakarias Demon Daton,
Khairina

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Dana tak terduga atau tanggap darurat Rp 3 miliar yang tersedia di Pemerintah Kota Samarinda tak bisa dicairkan untuk bantuan korban terdampak banjir.

Hal itu dikarenakan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang hanya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tanggap siaga atas bencana banjir yang merendam sejumlah lokasi di Samarinda, Kalimantan Timur beberapa hari belakangan.

Hingga Kamis (16/1/2020) banjir masih merendam sejumlah lokasi. Terparah di kawasan Bengkuring, Samarinda Utara. Ketinggian air masih di pinggang orang dewasa.

"Status siaga darurat sudah dikeluarkan Pak Wali Kota kemarin, Rabu (15/1/2020)," ungkap Sekretaris Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Hendra AH kepada Kompas.com di Samarinda, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Dua Hari Mengungsi, Korban Banjir Samarinda Mengaku Belum Dapat Bantuan

Dengan status tersebut, dana tak terduga yang tersedia tak bisa digunakan untuk bantuan korban terdampak banjir.

"Karena dana itu bisa dicairkan kalau status tanggap darurat," jelasnya.

Kendati demikian, Hendra mengatakan, perlakuan penanganan korban terdampak banjir dari status tanggap siaga dengan status tanggap darurat sama.

Hanya, bedanya, dana tanggap darurat tak bisa dicairkan untuk bantuan.

Alasan wali kota tak menetapkan bencana banjir jadi tanggap darurat karena sejauh pantauan kondisi air terus menurun. Dampak yang ditimbulkan pun tak begitu meluas, hanya lokasi tertentu saja.

"Kalau kita tetapkan tanggap darurat tapi kondisi banjir terus turun. Bisa jadi temuan kalau dana itu digunakan," kata dia.

Sejauh ini, sumbangan untuk korban terdampak banjir terus terkumpul. Hingga kini sudah terkumpul bantuan 10.000 butir telur ayam dan 5 ton beras ke posko dapur umum.

Bahkan, pakaian dan obat-obatan khusus balita pun sudah siap disalurkan.

"Besok kita salurkan ke dapur induk," kata Hendra.

Baca juga: Puskesmas Ditutup karena Banjir di Samarinda

Penetapan status tanggap siaga menurut SK Wali Kota, kata Hendra, akan berlaku tujuh hari ke depan sejak dikeluarkan.

Sepanjang itu juga air diprediksi terus mengalami penurunan hingga masyarakat kembali beraktivitas normal.

Data BPBD Samarinda banjir yang menggenangi tiga kecamatan di Samarinda merendam 2.529 kepala keluarga (KK) atau 7.213 jiwa.

Kini warga yang berdampak mengungsi ke masjid-masjid terdekat. Sebagian lain mengungsi ke tempat keluarga di wilayah lain di areal Kota Samarinda yang tak terdampak banjir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com