5.000 Butir Pil Ekstasi Diselundupkan Dalam Mesin Pompa, Dikendalikan dari Lapas

Kompas.com - 16/01/2020, 19:31 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat konferensi pers terkait peredaran ekstasi di Makassar, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat konferensi pers terkait peredaran ekstasi di Makassar, Kamis (16/1/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar menangkap dua pengedar ekstasi di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (15/1/2019). malam.

Pelaku berinisial MAI dan AI (45) yang merupakan pemilik toko onderdil di Jalan Daeng Tata.

 

Dari penangkapan tersebut polisi menyita 5.000 butir pil ekstasi berwarna ungu. 

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, 5.000 butir ekstasi ini disimpan di dalam mesin pompa air yang didatangkan dari luar Kota Makassar melalui jasa pengiriman laut.

"Ini awalnya informasi dari masyarakat. Semua ekstasi yang ada di sini dimasukkan ke dalam mesin pompa dan dikirim melalui paket. Karena ada informasi dari masyarakat itu, kita langsung lakukan penggeledahan, ditemukan ekstasi sebanyak 5.000," kata Yudhiawan saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: 2.000 Pil Ekstasi yang akan Diedarkan Saat Tahun Baru Diselundupkan dalam Mainan

Yudhiawan menyebut, AI merupakan residivis kasus yang sama.

Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik, AI kembali ke bisnis narkoba karena sudah tahu jalur dan cara menjalankan bisnis ini. 

"Ini pemain lama. Dia residivis bekas napi lapas, dia baru keluar lalu melakukan lagi. Begitu kalau sudah pernah melakukan sudah tahu jalurnya suatu saat pasti akan dilakukan lagi. Ancaman hukumannya akan lebih tinggi lagi karena pernah ditahan dengan hukuman yang sama," ucap Yudhiawan. 

Rencananya, pil ekstasi ini akan diedarkan di sejumlah kafe yang ada di Makassar.

Kedua pelaku dikenakan Pasal  112 ayat 2 atau 114 ayat 2 jo 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal enam tahun penjara maksimal seumur hidup.  

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika mengatakan, peredaran narkoba tersebut juga dikendalikan dari dalam Lapas Bolangi, Gowa. 

Baca juga: Polisi Amankan 2.000 Pil Ekstasi yang Mau Diedarkan Saat Malam Tahun Baru

Polisi sudah mengetahui identitas pelaku. Napi tersebut, masih saudara si pemilik toko, AI. 

"Napi dengan pemilik toko itu adek kakak. Ai yang merupakan pemilik toko, bengkel jual mesin termasuk mesin pompa air. Baru ini kami tahu. Satu unit dia kirim melalui ekspedisi laut," ujar Diari. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Regional
Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X