Tak Senang Ditilang, Pemuda Ini Cekcok dengan Polisi, Sebut Tak Gunakan Helm karena Rumah Dekat

Kompas.com - 16/01/2020, 14:04 WIB
Seorang pengendara sepeda motor tanpa menggunakan helm dirazia aparat kepolisian Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (16/1/2020) KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASeorang pengendara sepeda motor tanpa menggunakan helm dirazia aparat kepolisian Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (16/1/2020)

KUBU RAYA, KOMPAS.com - Seorang pengendara sepeda motor di Kubu Raya, Kalimantan Barat, terlibat cekcok dengan polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya, Kamis (16/1/2020) pagi.

Pemuda itu tidak senang terkena razia polisi karena tidak mengenakan helm

Pemuda ini menolak ditilang dengan alasan rumahnya dekat.

"Karena alasan dekat jadi tidak menggunakan helm. Salah satu paham yang salah dan tidak patut untuk dicontoh," kata Kasatlantas Polres Kubu Raya AKP Fauzan saat dihubungi, Kamis siang.

Baca juga: Polisi Lacak Motor yang Digunakan Bule Saat Freestyle di Bali

Saat dihentikan untuk dimintai surat kendaraan, pemuda itu malah berjalan menghindar menjauhi polisi sambil merungut tidak mau ditilang.

Menurut Fauzan, sempat terjadi cekcok karena pemuda itu terus menghindari petugas.

Namun, anggota tetap melakukan pendekatan.

"Setelah dilakukan pendekatan humanis, pemuda itu akhirnya ditilang," ujar Fauzan.

Fauzan menyampaikan, razia digelar bersama Subdit Gakkum Polda Kalbar di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Operasi itu menyasar tujuh prioritas pelanggaran, di antaranya melawan arus, tidak menggunakan helm, serta anak di bawah umur membawa kendaraan.

Baca juga: Pesawat dari Barang Bekas Buatan Montir di Pinrang Mampu Terbang 20 Meter, 2 Kali Bermanuver

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Regional
Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Regional
Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X