Polisi Lacak Motor yang Digunakan Bule Saat "Freestyle" di Bali

Kompas.com - 16/01/2020, 13:55 WIB
Aksi turis asing freestyle di Jalan Raya viral di Bali IstimewaAksi turis asing freestyle di Jalan Raya viral di Bali

DENPASAR, KOMPAS.com - Pihak kepolisian terus menyelidiki bule yang melakukan aksi berbahaya (freestyle) dengan motor di jalan raya Bali.

Namun, hingga kini polisi belum menemukan titik terang mengenai identitas warga asing yang aksinya direkam dalam sebuah video tersebut.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar Iptu Kanisius Franata mengatakan, motor Yamaha Aerox yang digunakan untuk freestyle telah dijual ke beberapa orang.

Bahkan, berdasarkan info terakhir, motor telah dijual hingga ke Kabupaten Tabanan, Bali.

“Kemarin, ternyata motor itu sudah dijual ke tangan sekian. Terakhir, kita temukan sampai ke tangan ke dua, itu salah satunya ke kepala desa yang ada di Badung. Kemudian yang bersangkutan menjual kendaraan itu ke Tabanan,” kata Kanisius, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Seorang Dokter di Bali Ditemukan Tewas di Kamar Hotel, Diduga Bunuh Diri

Namun, saat dicari di Tabanan, polisi juga tak menemukan motor yang digunakan bule tersebut.

Informasi lain menyebutkan bahwa motor berwarna kuning itu sudah berada di Kabupaten Badung.

Polisi juga belum bisa memastikan apakah kendaraan tersebut disewakan atau dimiliki oleh bule yang terekam dalam video.

Untuk mencari motor ini, polisi telah menyebar informasi kendaraan ke seluruh Polsek di Bali.

Kanisius menambahkan, jika nantinya identitas pelaku terlacak, maka pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Lalu Lintas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Regional
Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Regional
Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X