Ada 32 Titik Banjir akibat Hujan di Surabaya, Pemkot Pastikan Sudah Surut

Kompas.com - 16/01/2020, 13:54 WIB
Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari pada Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANJalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari pada Rabu (15/1/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Hujan deras menggenangi sejumlah wilayah di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (15/1/2020) sore hingga malam hari kemarin.

Hujan deras selama kurang lebih dua jam itu membuat sejumlah jalan protokol, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Adityawarman, Jalan Hayamwuruk, dan Jalan Indragiri, banjir.

Bahkan, pada Rabu sore kemarin, air yang menggenangi Jalan Mayjen Sungkono mencapai sekitar 1 meter.

Secara umum, terdapat 32 titik banjir yang terjadi di Surabaya.

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, hujan deras terjadi pada pukul 16.00 sampai 17.15 WIB.

Baca juga: Komentar Warga yang Terima Surat Teguran Tilang Elektronik di Surabaya

 

Namun, ia mengklaim pada 18.30 WIB, genangan air yang membanjiri sejumlah wilayah di Kota Surabaya sudah surut.

"Genangan hanya di jalan-jalan, tidak sampai rumah warga. Cepat surut seiring dengan redanya hujan," kata Eddy, saat dihubungi, Kamis (16/1/2020).

Faktor yang membuat genangan air cepat surut, selain rumah pompa, saluran-saluran air disebut relatif normal.

Kendati demikian, Eddy tak memungkiri beberapa saluran memang sedikit terhambat lantaran sampah yang menyumbat beberapa saluran.

"Beberapa titik yang terjadi genangan kami lihat pelaluan airnya banyak karena sampah. Sampah yang dibuang sembarangan kami temukan, ada botol, kresek," kata dia.

"Tapi, setelah kami bersihkan setelahnya langsung surut," imbuh dia.

Pemkot Surabaya akan terus memantau rumah pompa dan sejumlah saluran air untuk mengantisipasi terjadinya genangan air dan banjir yang berpotensi melanda Surabaya ketika diguyur hujan deras.

Kepala Diskominfo Kota Surabaya Muhammad Fikser menambahkan, kawasan Majen Sungkono dan Ruko Darmo Park II memang kerap mmenjadi langganan banjir setiap terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Sebab, topografi kawasan di wilayah tersebut berbentuk cekungan sehingga menjadi tempat penampungan air kala hujan turun.

Baca juga: Tak Ingin Disebut Kebanjiran, Pemkot Surabaya Sebut Hanya Genangan Air

"Struktur tanah di situ memang cekung. Itu menjadi permasalahan yang coba diselesaikan," kata dia.

Berikut 32 titik banjir usai Surabaya diguyur hujan Rabu (15/1/2020) kemarin:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X