Wabup OKU Ditahan Soal Dugaan Mark Up Lahan Kuburan, Ini Respons Gubernur Sumsel

Kompas.com - 15/01/2020, 18:56 WIB
Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anwar saat dibawa penyidik Polda Sumatera Selatan menuju ruang tahanan. Johan ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan terkait mark up lahan kuburan selama 12 jam, Selasa (14/1/2020). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAWakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anwar saat dibawa penyidik Polda Sumatera Selatan menuju ruang tahanan. Johan ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan terkait mark up lahan kuburan selama 12 jam, Selasa (14/1/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terkejut atas kabar penahanan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu ( OKU) Johan Anwar terkait kasus mark up lahan kuburan.

Pasalnya, dirinya mengenal sosok Johan Anwar tidak pernah bermasalah selama memimpin Ogan Komering Ulu.

"Saya mau besuk setelah pulang dari Jakarta, sebagai pribadi. Saya kenal baik, saya juga belum bisa mengatakan dia bersalah, karena ada asas praduga tidak bersalah," kata Herman, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Wakil Bupati OKU Ditahan Setelah Diperiksa 12 Jam Terkait Dugaan Mark Up Lahan Kuburan

Menurut Herman, Johan Anwar sempat menang praperadilan dalam kasus mark up lahan kuburan tersebut pada 2017 lalu.

Namun, penyidik akhirnya menaikan lagi kasus tersebut setelah mendapatkan bukti baru.

"Saya belum tahu perkembangannya apa bukti barunya apa, setelah nanti ngobrol (bersama Wabub OKU) baru bisa tahu. Ngobrol ini bukan intervensi, saya tidak akan mengentervensi terkait kasus hukum apapun," ujarnya.

Baca juga: Sempat Menang Praperadilan, Wakil Bupati OKU Kembali Ditetapkan Tersangka Mark Up Lahan Kuburan

Mengenai pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi jabatan Wakil Bupati OKU, Herman mengaku belum bisa mengambil langkah.

Pasalnya, sampai saat ini belum mendapatkan surat resmi penahanan dari Polda Sumatera Selatan.

"Persoalannya saya belum dapat surat resmi dari Polda tentang penahanan ini, kalau sudah dapat surat resmi baru saya bisa legal standing menghubungi siapapun berkenaan dengan ini,"jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anwar ditahan penyidik Polda Sumatera Selatan terkait kasus dugaan mark up lahan kuburan, Selasa (14/1/2020).

Pantaun Kompas.com, pemeriksaan Johan Anwar berlangsung sejak pukul 09.45 WIB.

 

 

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X