Ricuh Penertiban Stadion Mattoanging, Polisi Temukan 4 Bom Molotov

Kompas.com - 15/01/2020, 11:40 WIB
Petugas satpol PP Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat berjaga di depan pintu masuk Stadion Mattoangin, Makassar, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANPetugas satpol PP Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat berjaga di depan pintu masuk Stadion Mattoangin, Makassar, Rabu (15/1/2020).

KOMPAS.com - Kericuhan terjadi saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Makassar menertibkan Stadion Mattoanging, Rabu (15/1/2020).

Massa dan petugas pun terlibat aksi lempar batu, busur dan bom molotov di halaman stadioan saat massa menolak petugas masuk. 

Seperti dikutip dari Tribunnews, dpolisi menemukan setidaknya empat bom molotov di lokasi bentrokan.

"Tiga diantaranya tidak meledak dan sudah diamankan Bom Molotov nya," ujar AKBP Indatmoko, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Rabu (15/1/2020.

Sebanyak tiga orang petugas Satpol PP tersebut dilaporkan terluka akibat lemparan batu hingga terkena busur.

Baca juga: Bentrok Penertiban Stadion Mattoanging Makassar, Massa Lempar Batu dan Busur, Satpol PP Luka

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Makassar bersikeras bahwa lahan Stadion Mattoanging merupakan milik Pemprov Sulsel.

Sementara itu, klaim tersebut ditentang pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).

Mereka juga mengklaim bahwa stadion yang juga merupakan kandang klub PSM Makassar merupakan miliknya.

Pihak YOSS pun bersikukuh tidak ingin memberikan lahan ini kepada Pemprov Sulsel.

Sampai sekarang, sejumlah massa dan ahli waris masih berada di Gedung YOSS yang berada di samping Stadion Mattoanging.

Baca juga: Mengungkap Fakta Kelompok Keraton Agung Sejagat, Klaim Punya...

Sementara itu, agar kerusuhan tidak meluas, polisi segera melakukan mediasi antar kedua belah pihak.

"Jadi kami akan fasilitasi dan memang semua pihak untuk duduk bareng," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono.

Dalam mediasi tersebut, tampak hadir Kepala Satpol PP Sulsel, Kadispora Sulsel, perwakilan Biro Hukum dan HAM, perwakilan Biro Asset, Ilham Mattalatta, kuasa Hukum YOSS. (Editor: Khairina).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X