Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puskesmas Ditutup karena Banjir di Samarinda

Kompas.com - 15/01/2020, 08:15 WIB
Zakarias Demon Daton,
Khairina

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Puskesmas Bengkuring, Samarinda, Kalimantan Timur terpaksa ditutup sementara karena terendam banjir, sejak Selasa (14/1/2020).

Air mulai naik menggenangi kawasan itu pagi sekitar pukul 10.30 Wita setelah sebelumnya diguyur hujan kurang lebih empat jam lamanya.

Layanan kesehatan, pendidikan, hingga layanan di kantor pemerintah di kawasan itu dihentikan sementara.

Ketinggian air terus naik hingga sore pukul 18.00 Wita. Jaringan listrik dan air bersih menuju lokasi ini sudah dihentikan.

Baca juga: Hujan Lebat Bakal Terjadi di Kota Bandung, Polisi dan Pemkot Antisipasi Banjir dan Longsor

Pantauan Kompas.com, Selasa (14/1/2020) ke lokasi, ketinggian air setinggi lutut orang dewasa. Di beberapa titik lain ketinggian mencapai pinggang dan dada.

Tempat usaha warga, toko-toko bangunan, semen hingga sembako terendam banjir.

Kantor Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara yang berjarak sekitar 100 meter dari Puskesmas Bengkuring pun terendam banjir. Aktivitas kantor dihentikan sementara.

Warga bolak balik mengevakuasi barang. Mereka untuk sementara menginap di masjid terdekat yang tak digenangi banjir. Sebagian lain ke posko yang disiapkan BPBD Samarinda dan tim relawan.

Bahkan, sebagian warga lain mengaku butuh layanan kesehatan terlebih anak kecil.

"Iya kita butuh layanan kesehatan. Karena anak kecil kedinginan takut mereka demam," kata seorang warga RT 33 Sumiyati saat ditemui dilokasi.

Sumiyati bersama keluarganya berencana mengungsi ke masjid terdekat.

Saat ditemui Kompas.com, dia bersama suami dan anak-anaknya sedang mengangkut barang bawaan ke masjid.

"Belum ada bantuan apapun," kata dia.

Aji Sayd Awaludin dari relawan Hiu mengatakan kebanyakan warga yang terkena dampak memerlukan kesehatan dan makanan siap saji.

"Makanya kita sudah koordinasi dengan kelurahan dan BPBD untuk posko kesehatan dan makanan. Sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah kota. Tapi informasinya semua bantuan mulai masuk Rabu," kata Aji ditemui dilokasi.

Hasil identifikasi relawan dan tim kelurahan total korban yang terdampak banjir di wilayah ini sebanyak 5.361 jiwa dari 2.037 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 51 RT.

Tim sedang mengevakuasi korban menggunakan empat unit perahu.

Baca juga: Hujan Lebat Bakal Terjadi di Kota Bandung, Polisi dan Pemkot Antisipasi Banjir dan Longsor

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda dr Osa mengatakan, pihak puskesmas akan membuka pos layanan kesehatan di lokasi yang bisa dijangkau masyarakat di sekitar titik banjir.

"Tetap buka pelayanan kesehatan. Tapi gabung dengan posko tim BPBD. Kita sudah koordinasi," katanya saat dihubungi, Selasa.

Pada Rabu, posko pelayanan kesehatan dibuka di masjid Al Muhajirin. Lokasinya tak jauh dari puskesmas, kurang lebih 200 meter.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com