Pembina Pramuka Mengaku Bawakan Yel Berbau SARA pada Siswa SD Tanpa Direncanakan

Kompas.com - 14/01/2020, 20:17 WIB
Sekolah Dasar (SD) Negeri Timuran sebagai salah satu tempat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina Pramuka yang digelar oleh Kwarcap Pramuka Kota Yogyakarta. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMASekolah Dasar (SD) Negeri Timuran sebagai salah satu tempat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina Pramuka yang digelar oleh Kwarcap Pramuka Kota Yogyakarta.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta memanggil peserta kursus mahir lanjutan (KLM) yang gunakan tepuk atau yel-yel berbau SARA.

Peserta dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait kejadian di SD Negeri Timuran, Kota Yogyakarta.

Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta Suraji Widarta mengatakan sudah memanggil peserta KML berinisial E tersebut.

"Sudah saya panggil kemarin," ujar Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta Suraji Widarta saat dihubungi, Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Pembina Pramuka Ajarkan Siswa SD Yogyakarta Yel Berbau SARA, Sri Sultan: Di Indonesia Tak Ada Kafir

Suraji menyampaikan, pihaknya sudah memanggil peserta KML asal Gunungkidul berinisal E untuk dimintai klarifikasi terkait kejadian saat praktik di SD Negeri Timuran.

Proses klarifikasi dimulai dari sore hari hingga malam hari.

Dari pengakuan E, tepuk atau yel-yel tersebut dilakukan tanpa direncanakan.

"Kemarin sore kita panggil. Saya klarifikasi kembali dan pengakuannya spontan, tidak direncanakan," ucapnya.

Saat dimintai klarifikasi, E juga mengaku jika dirinya tidak mengajarkan tepuk atau yel-yel tersebut kepada para siswa atau peserta didik golongan siaga putri yang diajar oleh peserta kursus.

Namun, peserta KML asal Gunungkidul ini hanya mengajak tepuk atau yel-yel anak soleh.

"Jadi tidak mengajarkan tetapi langsung masuk lingkaran itu, langsung mari tepuk itu dan Itu hanya sekali saja. Kalau mengajarkan kan, mari kita tepuk anak soleh itu begini caranya, itu tidak," urainya.

Baca juga: Pembina Pramuka Ajarkan Siswa SD Yel Bernada SARA, Gus Mus: Itu Bodoh dan Gendeng...

"Saya juga sudah klarifikasi orang yang menunggu waktu itu, ya seperti itu (tidak mengajarkan)," katanya.

Suraji juga menyampaikan permintaan maaf terkait peristiwa di SD Timuran saat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML).

"Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena kejadian yang sudah viral di media massa," tutur Suraji.

Menurutnya, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari orang tua siswa SD Negeri Timuran terkait dengan yel-yel salah satu peserta Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina Pramuka.

Tindak lanjut yang diambil saat itu adalah dengan menegur peserta kursus tersebut saat itu juga.

Pihaknya juga langsung meluruskan kepada peserta didik golongan siaga putri yang diajar oleh peserta kursus.

"Kita tidak menunggu waktu, sehingga langsung klarifikasi, langsung menegur dan langsung meluruskan bahwa yang disampaikan (seorang peserta kursus) tidak benar," ucap Suraji.

Dia menambahkan, selaku Pinsus KML dirinya juga saat itu langsung membetulkan jika tepuk atau yel-yel seperti itu tidak benar. Tepuk tersebut tidak boleh digunakan.

"Waktu itu yang membetulkan adalah saya, tepuk tadi adalah tidak benar, karena kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak membeda-bedakan agama satu dengan yang lainya. Saya sampaikan tepuk itu jangan digunakan lagi," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Regional
Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Regional
Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Regional
Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Regional
Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Regional
Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Regional
Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Regional
Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Regional
Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Regional
Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Regional
Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X