Mengenal Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ada Raja dan Ratu hingga Klaim Bukan Aliran Sesat

Kompas.com - 14/01/2020, 17:57 WIB
Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo. Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Keraton Agung Sejagat tiba-tiba menjadi perbincangan publik setelah foto-foto kegiatan mereka viral di media sosial.

Salah satu kegiatan yang menjadi perbincangan adalah acara Wilujengan dan Kirab Budaya pada Jumat (10/1/20220) hingga Minggu (12/1/2020).

Keraton Agung Sejagat memiliki seorang raja yang bernama Totok Santosa Hadiningrat. Ia juga memiliki seorang istri yang bernama Dyah Giatrja yang sering dipanggil Kanjeng Ratu.

Keraton Agung Sejagat memiliki istana yang berada di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Mereka mengklaim memiliki 450 pengikut.

Baca juga: Polri Dalami Kegiatan Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Kekuasaan Sang Raja pun tidak terbatas hanya di wilayah Purworejo, tapi melebihi Indonesia bahkan seluruh dunia.

Sang Raja Keraton Sejagat Totok Santoso Hadiningrat menyatakan bahwa Keraton Agung Sejagat adalah induk dari seluruh negara di dunia.

Selain itu Totok menyebut Keraton Agung Sejagat menjadi wadah terkait konflik yang terjadi di dunia saat ini dan ia adalah Rangkai Mataram Agung yang menjadi juru damai dunia.

"Kita umumkan kepada dunia Keraton Agung Sejagat sebagai induk daripada seluruh kingdom state tribune colony atau republik yang ada di dunia ini menyatakan menjadi jondang (kotak) terhadap konflik yang terjadi di seluruh dunia," kata Totok dilansir dari Tribunnews.com.

Baca juga: Terjunkan Intelijen, Polisi Cari Tahu Motif hingga Sejarah Berdirinya Kelompok Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Totok tengah naik kuda dan hebohnya Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Dok Istimewa Totok tengah naik kuda dan hebohnya Kerajaan Agung Sejagat Purworejo
Klaim bukan kelompok sesat

Resi Joyodiningrat yang dianggap sebagai penasihat Kerajaan Agung Sejagat menegaskan bahwa Keraton Agung Sejagat bukanlah aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Ia mengatakan Keraton Agung Sejagat adalah kelompok kekaisaran dunia yang muncul setelah berakhir perjanjian 500 tahun lalu.

Joyodiningrat mengatakan perjanjian tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai pengausa imperium Majapahit dengan bahsa Portugis sebagai wakil orang barat atau bekas koloni Kekaisaran Roma di Malaka pada tahun 1518.

Jika perjanjian tersebut berakhir, Joyodiningrat mengatakan berakhir juga dominasi kekuatan Barat dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.

Maka kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya yakni Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

Baca juga: Soal Keberadaan Kelompok Keraton Agung Sejagat di Purworejo Segera Dilaporkan ke Bupati

Miliki Prasasti I Bumi Mataram

Keramaian warga saat mengunjungi Kerajaan Keraton Agung Sejagat, pada Selasa (14/1/2020). Permata Putra Sejati/Tribun Jateng Keramaian warga saat mengunjungi Kerajaan Keraton Agung Sejagat, pada Selasa (14/1/2020).
Keraton Agung Sejagat memiliki sebuah kolam di dekat istana yang disakralkan oleh pengikutnya.

Selain itu batu prasasti bertuliskan huruf Jaea yang disebut dengan Prasasti 1 Bumi Mataram.

Pada prasasti tersebut terdapat tanda dua telapak kaki di sebelah kiri dan ada simbol di sebelah kanan.

Keberadaan kelompok tersebut telah diketahui oleh Camat Bayan, Kepala Desa Pogung Jurutengah, dan Bupati Purworejo.

Baca juga: Tanggapan Ganjar soal Kelompok Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang Hebohkan Warga

Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani saat dikonfirmasi mengatakan bahwa petugas berencana untuk mendatangi kelompok tersebut untuk klarifikasi.

"Kami mengetahui informasi tersebut, namun tindak lanjut belum bisa sampai langkah hukum dan kita akan bareng-bareng melakukan klarifikasi," kata Andis, Senin (13/1/2020).

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai perlu adanya pengujian lebih lanjut secara ilmiah mengenai keberadaan kerajaan tersebut.

Baca juga: Resahkan Masyarakat, Polisi Akan Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo

"Syukur-syukur ada perguruan tinggi yang mendampingi. Baik juga untuk didiskusikan," kata Ganjar, Senin (13/1/2020).

Ia juga mengatakakan keberadaan Keraton Agung Sejagat tidak menjadi keresahan masyarakat.

"Pemerintah Purworejo harus memayungi langsung masyarakatnya, memberikan perlindungan, meminta klarifikasi sehingga bisa jadi jelas," tandasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Editor: Michael Hangga Wismabrata), Tribunnews.com



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penelitian USU: Ekstrak Ikan Gabus Bisa Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19

Penelitian USU: Ekstrak Ikan Gabus Bisa Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19

Regional
Ekonomi Terdampak Covid-19, Ekspor Kapulaga Sumut Malah Naik hingga Tembus ke 3 Negara

Ekonomi Terdampak Covid-19, Ekspor Kapulaga Sumut Malah Naik hingga Tembus ke 3 Negara

Regional
Sanksi Penumpang Tak Pakai Masker di Terminal Tirtonadi Solo: Baca Teks Pancasila hingga Push Up

Sanksi Penumpang Tak Pakai Masker di Terminal Tirtonadi Solo: Baca Teks Pancasila hingga Push Up

Regional
Sentuhan Warna-warni di Geladak Perahu Balai Keling Gresik

Sentuhan Warna-warni di Geladak Perahu Balai Keling Gresik

Regional
Tes Swab Kedua, Jumlah Pasien Positif Corona di Secapa AD Terus Berkurang

Tes Swab Kedua, Jumlah Pasien Positif Corona di Secapa AD Terus Berkurang

Regional
Bupati Tangerang Ancam Beri Sanksi Sekolah yang Gelar Belajar Tatap Muka

Bupati Tangerang Ancam Beri Sanksi Sekolah yang Gelar Belajar Tatap Muka

Regional
Gelar Sarjana dan Magister Wanita Pelempar Al Quran di Makassar Palsu

Gelar Sarjana dan Magister Wanita Pelempar Al Quran di Makassar Palsu

Regional
Mengaku Kiai, 3 Penipu Ini Tukar Perhiasan Korban dengan Uang Logam

Mengaku Kiai, 3 Penipu Ini Tukar Perhiasan Korban dengan Uang Logam

Regional
3 Puskesmas di Kalsel Ditutup Imbas Tenaga Medis Positif Corona

3 Puskesmas di Kalsel Ditutup Imbas Tenaga Medis Positif Corona

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, 9 Warung dan Toko di Banyuwangi Ditutup

Langgar Protokol Kesehatan, 9 Warung dan Toko di Banyuwangi Ditutup

Regional
Riwayat Terima Banyak Tamu, Gus Kamil Positif Covid-19 dan Meninggal

Riwayat Terima Banyak Tamu, Gus Kamil Positif Covid-19 dan Meninggal

Regional
Pengusaha A yang Pesan Artis H Diperiksa, Baru Bayar DP Rp 20 Juta

Pengusaha A yang Pesan Artis H Diperiksa, Baru Bayar DP Rp 20 Juta

Regional
Kementerian Pertanian Utus Tim Cek Ratusan Babi di Sikka Mati Mendadak

Kementerian Pertanian Utus Tim Cek Ratusan Babi di Sikka Mati Mendadak

Regional
Iming-iming Cokelat Jadi Modus Pria di Kotabaru Cabuli 5 Bocah Tetangganya

Iming-iming Cokelat Jadi Modus Pria di Kotabaru Cabuli 5 Bocah Tetangganya

Regional
Terpengaruh Video Porno, Pria Ini Nekat Cabuli 5 Bocah Tetangganya

Terpengaruh Video Porno, Pria Ini Nekat Cabuli 5 Bocah Tetangganya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X