Komisi I DPRD NTB Tolak Anggaran Pengadaan Mobil Operasional Pimpinan

Kompas.com - 14/01/2020, 15:59 WIB
Beberapa orang dari anggota Komisi satu DPRD NTB saat dikonfirmasi terkait penolakan pengadaan mobil operasional Pejabat Pimpinan DPRD NTB KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDBeberapa orang dari anggota Komisi satu DPRD NTB saat dikonfirmasi terkait penolakan pengadaan mobil operasional Pejabat Pimpinan DPRD NTB

MATARAM, KOMPAS.com - Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak anggaran pembelian mobil operasional untuk para Pejabat Pimpinan DPRD NTB senilai Rp 2,6 miliar.

“Anggaran senilai Rp 2,6 miliar untuk pembelian mobil baru itu harus dibatalkan, dan harus ditolak, komisi 1 menolak itu,” ungkap salah satu anggota Komisi l DPRD NTB, Raihan Anwar, ditemui di ruang kerja, Selasa (14/1/2020).

Politisi Partai Nasional Demokrat itu menyebutkan, pemerintah harus melihat kondisi perekonomian daerah yang sedang devisit, bukan malah menghamburkan uang dengan membeli mobil dengan harga yang fantastis.

Baca juga: Irjen Pol Nana Sudjana Menangis Tinggalkan Polda NTB

“Pemda NTB ini sedang devisit, jangan terlalu berlebihan menggunakan anggaran Negara ini,” kata Raihan.

Raihan menilai, mobil operasional pejabat lama juga masih beroperasi dengan normal, sehingga pembelian mobil operasional yang baru dianggapnya tidak terlalu penting.

Komisi l menilai masih banyak pekerjaan Pemda NTB yang harus diutamakan ketimbang membeli mobil, seperti mengentaskan kemiskinan, pembangunan rumah pasca-gempa, kekeringan yang belum teratasi dan lainnya.

Sementara itu, Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD NTB Mahdi menilai pembelian mobil tersebut merupakan tuntutan udang-undang yang harus dilaksanakan.

“Khusus pada pimpinan itu dalam ketentuan itu disediakan rumah negara dan mobil operasional, setiap awal memasuki dan menduduki jabatan, pimpinan disediakan pertama rumah negara sebagai rumah jabatannya, yang kedua kendaraan operasional untuk kegiatan sehari-hari,” ungkap Mahdi.

Mahdi menyebutkan, anggaran pengadaan mobil operasional sebesar Rp 26 miliar tersebut, akan terbagi menjadi 4, yang nantinya masing-masing harga mobil pimpinan sekitar Rp 600 juta.

Baca juga: Gubernur NTB Dukung Revisi Aturan yang Larang Tangkap Benih Lobster

“2,6 miliar itu, bukan untuk satu mobil, tapi 4 mobil sedan, sesuai dengan standar protokoler beliau, jadi 2,6 itu dibagi 4 harganya sekitar Rp 600 juta,” ungkapan Mahdi.

Mahdi menyebutkan, kendaraan untuk para pimpinan DPRD NTB memang seharusnya diganti karena sudah berusia 5 tahun dan hingga saat ini pemakaiannya sudah tidak normal.

“Kondisi mobil itu, kalau boleh dikatakan ya parah sekali, karena sudah hampir 5 sampai dengan 6 tahun dan sudah macet-macet,” kata Mahdi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X