Cuaca Buruk, Batik Air Berputar-putar 2 Jam di Langit Samarinda, Garuda Dialihkan ke Balikpapan

Kompas.com - 14/01/2020, 14:48 WIB
Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur, Jumat (8/11/2019). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONBandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur, Jumat (8/11/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Samarinda sejak Selasa (14/1/2020) pagi membuat jarak pandang (visibility) di Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur terganggu.

Dua pesawat yang dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Samarinda sempat berputar-putar di langit Samarinda dua jam sebelum mendarat.

Batik Air dengan kode penerbangan ID 7281 dari Halim Perdanakusuma menuju Samarinda pukul 08.21 WIB direncanakan tiba di Samarinda pukul 11.00 WITA.

Namun, karena cuaca buruk menyebabkan jarak pandang di runway Bandara APT Pranoto di bawah minimal atau 1.000 meter.

Baca juga: 34 Tahun Mangkrak, Bandara Ngloram Akhirnya Didarati Pesawat

Idelanya, jarak pandang harus di atas 5.000 meter.

Pesawat dengan tipe Airbus A320-214 ini sempat berputar beberapa kali di atas langit Samarinda- Tenggarong kurang lebih dua jam setengah hingga menunggu jarak pandang membaik.

Pesawat akhirnya berhasil mendarat ke APT Pranoto pukul 13.07 WITA.

"Sudah landing (mendarat), tadi pagi visibility minim hanya 1.000 meter. Pesawat sempat putar-putar dua jam baru landing. Sebagian penerbangan dialihkan ke Balikpapan, baru dilanjutkan ke Samarinda," kata Kepala Bandara APT Pranoto, Dodi Dharma Chayadi saat dihubungi, Selasa.

Tak hanya Batik Air, pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 580 juga mengalami hal serupa.

Pesawat tipe Boeing 737 -8U3 ini terbang dari Bandara Soekarno- Hatta Tangerang pukul 07.26 WIB.

Pesawat ini dijadwalkan tiba di APT Pranoto pukul 10.20 WITA. Namun, karena cuaca buruk pesawat ini dialihkan ke Balikpapan.

Pesawat ini kembali terbang dari Balikpapan ke Samarinda pukul 13.59 WITA.

Karena visibility masih kurang baik, pesawat ini sempat berputar tiga kali di udara sebelum akhirnya berhasil mendarat pukul 14.35 WITA di APT Pranoto.

Baca juga: Selain Nabila dan Nadya, Ini 7 Kisah Haru Pertemuan Keluarga yang Terpisah, Berjumpa Setelah 55 Tahun Berpisah

Dodi mengatakan, hingga saat ini jarak pandang di bandara berangsur membaik sehingga penerbangan kembali normal. 

"Pihak maskapai sudah mempersiapkan segala sesuatunya berdasarkan SOP safety company, termasuk penyiapan bahan bakar yang cukup saat mengalami cuaca buruk," ungkap Kasi Pelayanan dan Operasi Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, Rora Ardian.

Rora mengatakan, maskapai harus menunggu cuaca membaik dengan jarak pandang sesuai standar penerbangan di Bandara APT Pranoto yaitu 5.000 meter atau 5 kilometer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Cirebon, Ratusan Rumah Terendam Air hingga 1 Meter

Banjir di Cirebon, Ratusan Rumah Terendam Air hingga 1 Meter

Regional
Beredar Pesan Kasdim 0817 Gresik Meninggal Pasca Vaksinasi Corona, Wabup Pastikan Hoaks

Beredar Pesan Kasdim 0817 Gresik Meninggal Pasca Vaksinasi Corona, Wabup Pastikan Hoaks

Regional
Ini Alasan Syaiful Bahri Gunakan Tanda Tangan ala Konoha di KTP-nya

Ini Alasan Syaiful Bahri Gunakan Tanda Tangan ala Konoha di KTP-nya

Regional
Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Regional
Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Regional
796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

Regional
Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Regional
Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Regional
Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Regional
Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Regional
Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Regional
Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Regional
Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Regional
Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Regional
Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X