Setelah Eka Deli, Giliran Ello Diperiksa sebagai Saksi soal Investasi MeMiles

Kompas.com - 14/01/2020, 14:36 WIB
Penyanyi Ello mendatangi undangan pemeriksaan di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa (14/1/2020). KOMPAS.COM/A. FAIZALPenyanyi Ello mendatangi undangan pemeriksaan di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa (14/1/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi melanjutkan pemeriksaan publik figur dalam kasus investasi MeMiles.

Setelah memeriksa penyanyi Eka Deli, Selasa (14/1/2020), giliran penyanyi Ello yang diperiksa sebagai saksi.

Penyanyi yang memiliki nama panjang Marcello Tahitoe itu mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim sekitar pukul 09.30 WIB dengan didampingi penasihat hukumnya.

Pelantun lagu "Pergi Untuk Kembali" itu menolak memberikan komentar kepada wartawan saat memasuki ruang pemeriksaan.

Baca juga: Artis Eka Deli Diperiksa Polda Jatim Terkait Investasi MeMiles

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, sama dengan Eka Deli, Ello diperiksa penyidik sebagai saksi kasus investasi MeMiles.

"Keterangan yang bersangkutan dibutuhkan penyidik untuk kelengkapan penyidikan," kata Trunoyudo.

Kemarin, penyanyi Eka Deli diperiksa penyidik selama 11 jam sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Selama 11 jam pemeriksaan, dia mengaku dicecar 59 pertanyaan seputar perannya di investasi MeMiles.

Penyidik juga menyita sebuah mobil Toyota Fortuner pemberian MeMiles kepada Eka Deli.

Dalam penyidikan kasus penipuan tersebut, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim telah menetapkan 4 orang tersangka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X