Kompas.com - 14/01/2020, 08:03 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, saat mengunjungi korban banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/1/2020) petang. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, saat mengunjungi korban banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/1/2020) petang.

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membentuk biro khusus yang menangani pengadaan barang dan jasa.

Biro khusus tersebut untuk menutup celah praktik korupsi di lingkungan Pemprov Jawa Timur.

Biro tersebut mulai aktif bekerja sejak 2 Januari 2020 lalu.

"Pola praktik korupsi di lingkungan pemerintahan sebagian besar terjadi dalam hal pengadaan barang dan jasa. Biro ini dibentuk khusus untuk menutup celah praktik korupsi dengan pendekatan teknologi informasi," kata Khofifah usai peringatan bulan kesehatan dan keselamatan kerja di Lapangan Komplek Industri SIER Surabaya, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Kapan Jatim Punya MRT dan LRT? Khofifah: Tidak Lama Lagi!

Biro di bawah Sekretariat Daerah Pemprov Jatim tersebut menerapkan sistem dan strategi khusus untuk pengadaan barang dan jasa.

Tugas yang dilakukan, kata Khofifah, mulai dari kualifikasi paket pekerjaan beserta nilainya, hingga integrasi data penganggaran (e-budgeting).

Selain itu juga pendampingan penyusunan rencana pengadaan dan pengelolaan kontrak.

Kemudian, peningkatan penerapan konsolidasi pengadaan barang dan jasa hingga pendampingan pemanfaatan sistem pengadaan secara elektronik (SPSE).

Baca juga: Catat, Ini Nomor Call Center Darurat Bencana Hidrometeorologi di Jatim

Secara sistematis, biro khusus tersebut telah mengelompokan perkerjaan pengadaan barang dan jasa menjadi 3.

Pertama, pekerjaan yang membutuhkan waktu pekerjaan lama seperti pekerjaan konstruksi, pengadaan barang impor dan pekerjaan jasa konsultansi.

Paket kedua yaitu pekerjaan yang nilainya di atas Rp 2,5 miliar.

Kemudian, yang ketiga yakni pekerjaan yang didanai dengan dana alokasi khusus (DAK).

"Saya hanya ingin proses pengadaan barang dan jasa bisa tersistem, akuntabel dan transparan," kata Khofifah.

Baca juga: Terkait OTT Bupati Sidoarjo, Ini Kata Gubernur Khofifah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X