Selain Nabila dan Nadya, Ini 7 Kisah Haru Pertemuan Keluarga yang Terpisah, Berjumpa Setelah 55 Tahun Berpisah

Kompas.com - 14/01/2020, 05:55 WIB
Nabila Azzahra (16) tengah bersama kedua orangtuanya di kediamannya Jalan Manggarupi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Senin, (13/1/2020). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Nabila Azzahra (16) tengah bersama kedua orangtuanya di kediamannya Jalan Manggarupi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Senin, (13/1/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Nabila (16) pelajar kelas 2 SMA PGRI Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan baru mengetahui jika dirinya memiliki saudara kembar dari media sosial Twitter setelah terpisah selama belasan tahun.

Saudara kembar Nabila adalah Nadya yang tinggal di Depok. Tak hanya kembar dua, Nabila dan Nadya juga memiliki satu kembar lagi yang tak diketahui keberadaannya.

Berkat "keajaiban" Twitter, Nadya dan Nabila akhirnya berkomunikasi setelah mereka saling meyakini banyak kesamaan yang mereka miliki.

Selain Nabila dan Nadya, ada beberapa kisah haru pertemuan dari anggota keluarga yang terpisah yang menjadi perhatian publik di Tanah Air.

Berikut 7 kisah pertemuan keluarga yang berhasil dirangkum Kompas.com:

1. Bertemu setelah 30 tahun terpisah

Tangis Kasmi (60) dan Sangkut Lestari (35), anak dan ibu warga Bedeng Sentral Pasar Inpres Tanjung Enim Muaraenim pecah ketika bertemu setelah terpisah selama hampir 30 tahun lamanya, Selasa (25/6/2019). 
Tribun Tangis Kasmi (60) dan Sangkut Lestari (35), anak dan ibu warga Bedeng Sentral Pasar Inpres Tanjung Enim Muaraenim pecah ketika bertemu setelah terpisah selama hampir 30 tahun lamanya, Selasa (25/6/2019).
Selasa (25/6/2019), Kasmi warga Bedeng Sentral, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan menangis haru saat berjumpa dengan Sangkut Lesati (35), anaknya yang pernah ia tinggalkan 30 tahun lalu.

Kala itu, Kasmi terpaksa meninggalkan anak-anaknya karena diajak bekerja ke Ibu Kota oleh seseorang. Namun sampai di Jakarta, Kasmi malah ditelantarkan.

Kasmi pun bertahan hidup sebagai pembantu rumah tangga dari satu rumah ke rumah lainnya.

Pada tahun 2003, Kasmi bekerja di rumah salah seorang anggota polisi Brigjen Imam Sigianto yang merupakan Karobinops Sops Polri.

Sang majikan kemudian mencari jejak keluarga asisten rumah tangganya, setelah Kasmi menceritakan perjalanan hidupnya. Kasmi pun dipertemukan dengan anak-anaknya.

Sementara itu Sangkut Lestari (35 tahun), anak tertua Kasmi, menuturkan bahwa ia sama sekali tak menyangka akan bertemu dengan ibunya yang hilang jejak sejak 30 tahun lalu.

"Saya tidak menyangka hari ini bisa memeluk ibu saya lagi setelah dulu ia pergi meninggalkan saya dan adik-adik saat saya masih duduk di kelas IV SD," katanya.

Lestari mengatakan, ia masih ingat wajah ibunya. Namun, tidak dengan adik-adiknya karena saat ditinggalkan, mereka masih kecil.

"Maka, tadi waktu ibu keluar dari mobil, saya yang duluan kenal wajah ibu saya," katanya.

Baca juga: Penantian Panjang Kasmi Bertemu dengan Anaknya Setelah 30 Tahun Berpisah, Ini Kisahnya

2. Terpisah 20 tahun, Lisa bertemu ibunya lewat Facebook

Foto Lisa saat masih balita bersama dengan ayah dan ibunya. Selama 20 tahun lebih Lisa yang lahir di Kuala Lumpur tidak bertemu dengan ibu kandungnyaKoleksi Pribadi Noorlisaat Fitri Foto Lisa saat masih balita bersama dengan ayah dan ibunya. Selama 20 tahun lebih Lisa yang lahir di Kuala Lumpur tidak bertemu dengan ibu kandungnya
Noor Lisa (24) warga Sragen, Jawa Tengah akhirnya berhasil bertemu dengan ibu kandungnya Ismiyatik, berasal dari Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Hampir 20 tahun, Noor Lisa tidak pernah bertemu dengan ibunya.

Perempuan yang akrab dipanggil Lisa tersebut mengunggah foto lama saat ia masih balita bersama ibu dan ayahnya.

Lisa bercerita, ia lahir di Kuala Lumpur, Malaysia 19 Februari 1995. Saat itu, ibunya yang bernama Ismiyatik dan ayahnya yang bernama Supardi sama-sama bekerja di Kuala Lumpur.

Saat Lisa berusia 2 tahun, orangtuanya bercerai dan Lisa dibawa ke Sragen oleh ayahnya dan tidak pernah lagi bertemu dengan ibu kandungnya.

"Saya sudah tidak ingat lagi wajah ibu saya karena masih kecil usia 2 tahun. Tapi saya ingat betul jika saya menangis keras dan dipeluk Bapak ketika Ibu pergi. Saya ingat itu pertemuan terakhir dengan Ibu di Kuala Lumpur," cerita Lisa.

Setelah menikah, Lisa tetap melanjutkan pencarian ibunya dan memilih menggunakan media sosial Facebook.

Informasi yang didapatkan dari neneknya, ibunda Lisa di tinggal di Muncar dan kakek nenek dari ibunya bekerja sebagai nelayan, mereka tinggal di dekat pantai.

Dari info di Facebook, Noor Lisa mengetahyi bahwa ibunya masih sehat dan tinggal di Pasuruan bersama keluarga barunya.

"Baru saja saya video call dengan ibu saya. Dia kan enggak punya WhatsApp jadi pinjam ponsel saudara. Alhamdulilah ya Allah, cita-cita saya lihat ibu sudah kesampaian. Ibu terlihat beda dengan di foto karena lebih tua,"ceritanya.

Baca juga: Terpisah 20 Tahun, Lisa Temukan Ibunya Lewat Facebook

3. TKI terpisah 21 tahun dari keluarga

Turini (43) bersimpuh di pangkuan ibunya  Syiah (68) di rumahnya di Desa Dawuan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Senin (22/7/2019). Turini kembali menginjakkan kedua kakinya di rumah setelah 21 tahun menjadi Pekerja Migran Indonesia.MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Turini (43) bersimpuh di pangkuan ibunya  Syiah (68) di rumahnya di Desa Dawuan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Senin (22/7/2019). Turini kembali menginjakkan kedua kakinya di rumah setelah 21 tahun menjadi Pekerja Migran Indonesia.
Diah Ardika (28) akhirnya menemukan ibu kandungnya, Turini bin Madrasi (51) yang bekerja di Arab Saudi.

Diah putus kontak 21 tahun dengan ibunya, saat ia masih berusia enam tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X