Hotel Bintang Empat di Lampung Diteror Bom Melalui Email

Kompas.com - 13/01/2020, 14:15 WIB
Anggota Tim Gegana Brimob Polda Lampung memeriksa ruangan pantri di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Senin (13/1/2020) dini hari. Hotel bintang empat itu mendapat ancaman bom melalui email. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Anggota Tim Gegana Brimob Polda Lampung memeriksa ruangan pantri di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Senin (13/1/2020) dini hari. Hotel bintang empat itu mendapat ancaman bom melalui email.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Sebuah hotel bintang empat di Bandar Lampung diteror bom.

Ancaman peledakan bom itu dikirimkan melalui email ke akun email front office Hotel Bukit Randu.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra) mengatakan, hotel itu mendapat ancaman bom dari sebuah akun email pada Minggu (12/1/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

Menurut Pandra, isi email itu berbunyi, "Sebentar Lagi Bom Meledak".

Baca juga: Pelaku Teror Bom di Palembang Dibebaskan, Hanya Kenakalan Remaja

Ancaman peledakan bom itu baru dilaporkan ke kepolisian pada Minggu sore, sekitar pukul 17.30 WIB.

"Selanjutnya, Polresta Bandar Lampung dan Tim Gegana Brimob Polda Lampung langsung ke lokasi untuk sterilisasi dan penyelidikan," kata Pandra, Senin (13/1/2020).

Menurut Pandra, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, dipastikan tidak ditemukan adanya bahan peledak ataupun benda mencurigakan lain.

Pandra mengatakan, teror bom tidak bisa dijadikan guyonan. Ada pidana bagi pelakunya.

Pelaku bisa dijerat UU Nomor 19 Tahun 2016, atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, jika ancaman menggunakan SMS, telepon, email maupun media sosial.

Lalu pelaku pun bisa dijerat pasal 6 UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pentapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Baca juga: Pelaku Teror Bom di Palembang ternyata Seorang Pelajar SMA

Operational Manager Hotel Bukit Randu, Raban membenarkan adanya email masuk berisi ancaman bom itu.

"Kemarin sore ada email, isinya 'Sebentar Lagi Bom Akan Meledak". Kami langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk antisipasi," kata Raban.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X