Tiba di Kantor Polisi, Tersangka Pencemaran Nama Baik Gubernur Nurdin Abdullah Batal Diperiksa

Kompas.com - 13/01/2020, 13:21 WIB
Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Jumras saat meminta maaf kepada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Polrestabes Makassar, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANEks Kabiro Pembangunan Sulsel Jumras saat meminta maaf kepada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Polrestabes Makassar, Kamis (21/11/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Eks Kepala Biro Pembangunan Sulawesi Selatan Jumras gagal diperiksa penyidik Polrestabes Makassar.

Jumras ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. 

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengungkapkan, Jumras telah datang ke kantor polisi pada Jumat (10/1/2020) pagi.

Namun, ia batal diperiksa dengan alasan sakit. 


"Iya, yang bersangkutan (Jumras) datang penuhi panggilan penyidik sekitar Jam 10.00, tapi enggak jadi diperiksa karena kondisi tidak sehat jadi tidak siap untuk diperiksa," kata Indratmoko melalui pesan WhatsApp, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Jadi Tersangka Pencemaran Nama Gubernur Nurdin Abdullah

Indratmoko mengatakan, penyidik telah menjadwalkan kembali pemeriksaam kepada mantan pejabat pemprov Sulsel tersebut.

Namun, ia enggan membeberkan jadwal pemeriksaan ulang. 

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, pemeriksaan terhadap Jumras bakal dilakukan secepat mungkin agar berkasnya bisa dirampungkan. 

Namun, menurutnya kasus Jumras bisa dihentikan apabila Nurdin bersedia memaafkan Jumras dan mencabut laporannya secara resmi di penyidik. 

"Kalau belum P21 itu masih kewenangan polisi. Tapi intinya memang itu delik aduan, dicabut boleh-boleh saja. Namun, harus ada pencabutan resmi. Memaafkan boleh saja," ujar Yudhiawan kepada wartawan. 

Yudhiawan menjelaskan, Jumras tidak akan ditahan meskipun sudah ditetapkan tersangka. 

Hal ini dikarenakan kasus yang dialami mantan Kabiro Umum Pemprov Sulsel itu hanya delik aduan.

Baca juga: Di Persidangan, Jaksa KPK Singgung Pertemuan Romy dengan Eks Kabiro Kepegawaian Kemenag

Namun, Jumras bisa ditahan bila dalam pelimpahannya, Jumras juga dikenakan pasal SARA.

"Belum ditahan karena delik aduan, tapi kalau udah menyangkut SARA, kita bisa tahan," ucap Yudhiawan. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Regional
Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Regional
Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Regional
Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Regional
Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Regional
Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Regional
Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Regional
Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Regional
Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Regional
Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Regional
Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Regional
Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Regional
Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Regional
Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Regional
Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X