Cerita Dina, Wanita Perancang Jembatan LRT Jabodetabek: Urus 3 Adik sejak Kelas V SD (2)

Kompas.com - 13/01/2020, 12:10 WIB
Sosok Arvilla Delitriana, pembuat Jembatan Lengkung (Long Span) LRT ketika mengisi acara ?Workshop Jembatan Lengkung LRT? di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, (27/11/2019). Kompas.com/SuhaielaSosok Arvilla Delitriana, pembuat Jembatan Lengkung (Long Span) LRT ketika mengisi acara ?Workshop Jembatan Lengkung LRT? di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, (27/11/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com – Alumnus Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1989, Arvila Delitriana, berhasil merancang jembatan lengkung light rail transit (LRT) Jabodetabek.

Jembatan sepanjang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter tersebut melayang di atas flyover Tol Dalam Kota, di samping Kuningan, Jakarta Selatan.

Bahkan, jembatan tersebut mendapatkan rekor Muri sebagai jembatan terpanjang di Indonesia.

Keberhasilannya mendapatkan banyak pujian, di antaranya insinyur Jepang dan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Cerita Dina, Wanita Perancang Jembatan LRT Jabodetabek: Ditentang Insinyur Asing hingga Dipuji Jokowi

Untuk meraih hal tersebut, perempuan yang akrab disapa Dina ini mengaku membutuhkan mental yang kuat, seperti pengalaman hidupnya saat kecil.

“Ayah saya tentara. Kalau ibu, ibu rumah tangga. Karena tentara, ayah sering dipindah-pindah ke berbagai daerah, termasuk daerah terpencil,” ujar Dina kepada Kompas.com di Bandung, pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suatu hari, sang ayah memutuskan anak-anaknya tinggal di Bandung. Sedangkan ayah dan ibunya dipindahkan ke Papua dan daerah lainnya.

“Saat itu, saya kelas V SD, adik saya tiga. Sejak saat itu saya urus tiga adik. Memang ada bibi, tapi saya yang mengambil peran sebagai orangtua,” ungkap Dina.

Setiap hari, Dina kecil mengajari adik-adiknya belajar. Mengantarkan ketiga adiknya ke mana pun. Menginjak SMP dan SMA, ia mengambil rapor adik-adiknya.

Kondisi tersebut ia jalankan dengan sukacita. Walaupun tak bisa dimungkiri, sebagai remaja, ia pun sedih melihat keadaannya.

“Sedih tentunya ada. Anak ABG (saat yang lain jalan-jalan), ia harus mengurus ketiga adiknya. Tapi saya mencari cara sendiri untuk mengatasinya,” imbuhnya.

Pengalaman itulah yang membuatnya berdiri tegar dalam segala situasi, termasuk saat memasuki dunia teknik yang identik maskulin.

Seperti suatu hari, ia datang ke sebuah tempat untuk menjalankan proyek. Karena pekerja di proyek tersebut semuanya laki-laki, tak ada toilet perempuan.

“Kumuh, kotor, dan tidak ada toilet perempuan,” ungkapnya.

Bahkan pernah di China, tidak ada toilet sama sekali. Pekerja laki-laki biasanya buang air kecil di mana saja. Namun, hal tersebut tentunya sulit dilakukan oleh perempuan.

Kondisi-kondisi itu membuatnya harus selalu membawa tisu untuk perempuan.

Bahkan, Dina pernah mengalami infeksi kandung kemih karena menahan kencing atas kondisi di suatu proyek kotor.

Semua tantangan tersebut ia lewati dengan ikhlas. Keikhlasan, kerja keras, dan dukungan dari orang sekeliling ini pula yang membuatnya menjadi ahli jembatan.

Jembatan lengkung LRT

Berbagai proyek besar di Indonesia ia pegang. Proyek paling fenomenal adalah jembatan lengkung LRT Jabodetabek.

Arvila Delitriana, perancang LRT Jabodetabek.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Arvila Delitriana, perancang LRT Jabodetabek.

Dalam proyek ini, rancangan Dina berseberangan dengan insinyur dari Jepang dan Perancis. Usulannya mengenai jembatan tidak perlu pier (tiang jembatan).

“Mereka (konsultan) asing tidak berpikir, Indonesia itu ribet. Urusan pembebasan lahan, macet. Kalau ditutup bakal macet. Saya usulkan hilangkan pier-nya,” tutur Dina.

Konsultan asing tidak percaya dengan sistem yang diajukannya karena risiko dan bahayanya tinggi. Belum tentu juga Adikarya bisa membuatnya.

“Mereka bilang, di dunia aja enggak ada. Masa beraninya bikin di Indonesia. Mereka tidak pernah berkata oke, sampai jembatan itu nyambung,” ungkapnya.

Namun, Dina percaya dengan hasil hitungannya. Meski diragukan konsultan asing, ia terus jalan.

Untungnya, ia mendapat dukungan penuh dari komite jembatan di PUPR yang kebanyakan adalah dosennya.

Walaupun demikian, sebelum mendapat dukungan, ia harus melalui berbagai sidang untuk mempertanggungjawabkan perhitungan jembatan lengkungnya.

Selama proses pembangunan jembatan berlangsung, Dina deg-degan, mules, bahkan saat jembatan akan menyambung, ia merasa sudah bukaan 10 dan tidak bisa memikirkan yang lain.

“Begitu nyambung (jembatan), mereka bilang, 'Din, bayi lu lahir ya? Hooh. Leganya kayak abis melahirkan bayi,” tuturnya.

Baca juga: Jembatan LRT Jabodetabek Tersambung, Dina Sang Perancang: Lega Kayak Abis Melahirkan Bayi

Setelah tersambung, konsultan asing menyatakan “approve”. Sedangkan leader-nya, insinyur dari Jepang, mengakui kemampuan Dina.

“Dia (insinyur Jepang) bilang, 'Terus terang saya orang yang pertama menentang desain kamu. But know, you did it',” pungkas Dina. (Bersambung)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X