Ingin Jadi Kepala Daerah Ideal, Mumtaz Rais, Anak Amien Rais Ambil S2 di AS

Kompas.com - 13/01/2020, 06:55 WIB
Baliho dengan wajah Mumtaz Rais terpasang di simpang tiga Gamping, Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMABaliho dengan wajah Mumtaz Rais terpasang di simpang tiga Gamping, Sleman

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Ahmad Mumtaz Rais menyatakan siap maju dalam Pilkada Sleman 2020 mendatang.

Putra ketiga Amien Rais ini bahkan telah menyiapkan diri dengan mengambil S2 di Amerika Serikat bidang pelayanan publik.

"Yang namanya kepala daerah, itu tentu akan sangat ideal kalau punya kompetensi," ujar Ahmad Mumtaz Rais saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/01/2020).

Baca juga: Ini Alasan Mumtaz Rais, Anak Amien Rais Maju Pilkada Sleman

Selama dua tahun, mulai dari 2015 sampai dengan 2017 Mumtaz Rais menuntut ilmu di Amerika. Setelah selasai, Mumtaz Rais kembali ke daerah kelahiranya, Sleman.

"Saya mengambil S2 yaitu Master of Public Administration, jadi alhamdulilah apa yang Saya tempuh kemarin di Amerika bisa berguna. Insya Allah ini menjadi ilmu yang bermanfaat," jelasnya.

Sebagai kaum milenial yang siap untuk maju dalam Pilkada 2020, Mumtaz melihat Sleman merupakan salah satu kabupaten di DIY yang mempunyai masa depan yang baik.

Salah satu yang harus dipikirkan adalah pembangunan ke depan.

"Saya ingin pembangunan yang makin dinamis di Sleman ini itu juga harus dipastikan keberlanjutannya, dalam arti ekologinya harus dijaga. Pengolahan sampah di tiap-tiap kampung atau rumah tangga RT/RW juga harus sustainable," ucapnya.

Baca juga: DPP PAN Rekomendasikan Mumtaz Rais sebagai Calon Bupati Sleman

Sehingga lanjutnya pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja. Namun juga tetap harus memperhatikan lingkungan dan sosialnya.

"Kita jangan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi lupa dengan efek lingkungan dan sosialnya. Saya ingin kitasebagai warga Sleman, juga adil dengan kehidupan masyarakat, tidak hanya sekedar mengejar profit ekonomi saja," ungkapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa 6,0 Magnitudo Guncang Maluku, Warga Panik Berhamburan ke Jalanan

Gempa 6,0 Magnitudo Guncang Maluku, Warga Panik Berhamburan ke Jalanan

Regional
Seorang Buruh Coba Perkosa Gadis yang Tolak Cintanya, Berharap Hamil dan Mau Menikahi Pelaku

Seorang Buruh Coba Perkosa Gadis yang Tolak Cintanya, Berharap Hamil dan Mau Menikahi Pelaku

Regional
Rusak Hutan Lindung di Batam, Komisaris PT PMB Ditiangkap

Rusak Hutan Lindung di Batam, Komisaris PT PMB Ditiangkap

Regional
Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X