Fakta Lengkap Hakim PN Medan Tewas Dibunuh Istri, Sudah Curiga hingga Anak Berharap Bundanya Tak Dihukum Mati

Kompas.com - 11/01/2020, 16:39 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin (kiri dan memegang mik) memaparkan kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaludin (55). Tampak dua orang tersangka, Zuraida dan tersangka lainnya. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin (kiri dan memegang mik) memaparkan kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaludin (55). Tampak dua orang tersangka, Zuraida dan tersangka lainnya.

KOMPAS.com - Setelah polisi berhasil menangkap pelaku pembunuh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55) yang ditemukan tewas di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser (LC) Prado BK 77 HD di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), fakta demi fakta pun mulai terungkap.

Diketahui, otak pelaku pembunuh hakim PN Medan tak lain adalah istrinya sendiri bernama Zuraida Hanum (41), dengan dua orang suruhannya yakni, Jefri Pratama (42), dan Reza Fahlevi (29).

Sementara itu, Kenny Akbari Jamal, anak Hakim PN Medan Jamaluddin pun sudah merasa curiga dengan kematian ayahnya.

Salah satu kecurigaan itu adalah posisi ayahnya yang ditemukan tewas di barisan kedua mobil pribadinya. Bahkan, ia sempat mempertanyakan ke mana orang yang duduk di bangku barisan depan mobil tersebut.

Kenny juga mengaku curiga saat sang bunda mengatakan bahwa ponsel ayahnya sempat mati dan tak bisa dihubungi. Padahal, hal tersebut sangat jarang dilakukan ayahnya.

Bahkan, yang lebih menggejutkan lagi, saat Kenny bertanya apa motif ibu tirinya tega membunuh ayahnya, dan dijawab Zuraida hanya karena khilaf dan gelap mata.

Atas kejadian itu, ia pun meminta agar ibu tirinya tersebut tak dihukum mati, ia meminta bundanya lebih baik di penjara seumur hidup agar bisa merasakan bagaimana susahnya hidup di penjara.

Berikut ini fakta lengkap kasus hakim PN Medan tewas dibunuh istrinya yang Kompas.com rangkum:

1. Anak hakim PN Medan: sudah curiga

Kenny sampaikan keterangan sekaitan keikutsertaan bundanya pada kasus kematian PN Jamaluddin di RSUD Pirngadi Medan pada Kamis (9/1/2020)
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI Kenny sampaikan keterangan sekaitan keikutsertaan bundanya pada kasus kematian PN Jamaluddin di RSUD Pirngadi Medan pada Kamis (9/1/2020)

Kematian Hakim PN Medan Jamalauddin, yang ditemukan tewas di perkebunan kelapa sawit Jumat (29/11/2019) ternyata sudah dicurigai oleh anaknya Kenny.

Dilansir dari Tribun-Medan.com, kecurigaan Kenny yang pertama adalah posisi ayahnya yang ditemukan tewas di barisan kedua mobil pribadinya. Ia sempat mempertanyakan ke mana orang yang duduk di bangku barisan depan mobil tersebut.

"Kalau pertama sih, syok aja sih. Pertama kan katanya Abu (Jamaludin) melanggar (kecelakaan) gitu kan. Awalnya bingung, kalau melanggar kok posisi mayatnya di bangku nomor dua, bagus telentang gitu kan. Makanya aku bingung, mana ada orang kecelakaan kayak gini. Terus, gimana orang di depan kalau memang kecelakaan," ujarnya, Kamis (9/1/2020).

Kebingungan Kenny semakin bertambah saat ibu tirinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai kenyataan.

"Pas Bunda kasih keterangan, Bunda juga dimintai keterangan juga kan. Aku bingung sih, kenapa keterangan Bunda enggak sinkron gitu. Sama kenyataan, berbeda semua yang dia omong kayak gitu," ujarnya.

Baca juga: Hakim PN Medan Dibunuh Istrinya, Anak Sulung: Sudah Curiga, Kok Bunda Omongannya Gitu

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Berusia Ratusan Tahun, Ini Fakta di Balik Penemuan Kerangka dan Koin Kuno di Bogor

Diduga Berusia Ratusan Tahun, Ini Fakta di Balik Penemuan Kerangka dan Koin Kuno di Bogor

Regional
Di Tengah Pandemi, Ekonomi Jatim Kuartal I Tahun 2020 Malah Tumbuh

Di Tengah Pandemi, Ekonomi Jatim Kuartal I Tahun 2020 Malah Tumbuh

Regional
Anggota TNI yang Ditembak Polisi di Jeneponto Meninggal Dunia

Anggota TNI yang Ditembak Polisi di Jeneponto Meninggal Dunia

Regional
Awal Mula Kemarahan Risma terhadap Pejabat Pemprov Jatim

Awal Mula Kemarahan Risma terhadap Pejabat Pemprov Jatim

Regional
Wagub Emil: Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Jadi Kunci Dunia Usaha Lewati Pandemi

Wagub Emil: Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Jadi Kunci Dunia Usaha Lewati Pandemi

Regional
Saat Risma Marahi Pejabat Pemprov Jatim Soal Bantuan Mobil PCR: Saya Enggak Terima!

Saat Risma Marahi Pejabat Pemprov Jatim Soal Bantuan Mobil PCR: Saya Enggak Terima!

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 29 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 29 Mei 2020

Regional
Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Depan Kantor Camat

Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Depan Kantor Camat

Regional
4 Warga Tewas Akibat Banjir Samarinda, 2 di Antaranya Tersengat Listrik

4 Warga Tewas Akibat Banjir Samarinda, 2 di Antaranya Tersengat Listrik

Regional
Warga Curhat Ke Ganjar Tak Dapat Layanan Imunisasi Saat Pandemi

Warga Curhat Ke Ganjar Tak Dapat Layanan Imunisasi Saat Pandemi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Mei 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Mei 2020

Regional
Sambut New Normal, Kapal Cepat Bangka dan Belitung Kembali Beroperasi

Sambut New Normal, Kapal Cepat Bangka dan Belitung Kembali Beroperasi

Regional
Kepastian Siswa di Aceh Kembali Sekolah Masih Menunggu Aturan New Normal

Kepastian Siswa di Aceh Kembali Sekolah Masih Menunggu Aturan New Normal

Regional
Gadis 18 Tahun Diperkosa 5 Pria, Direkam Diam-diam dan Videonya Tersebar di Media Sosial

Gadis 18 Tahun Diperkosa 5 Pria, Direkam Diam-diam dan Videonya Tersebar di Media Sosial

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Mei 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X