Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

SPP Digratiskan, SMAN 2 Pati Kembalikan Uang SPP ke Orang Tua Siswa

Kompas.com - 11/01/2020, 07:15 WIB
SMPN 2 Pati kembalikan kelebihan uang SPP kepada orang tua siswa Dok. Pemprov JatengSMPN 2 Pati kembalikan kelebihan uang SPP kepada orang tua siswa

 

KOMPAS.com – Program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis bagi siswa SMK/SMA/SLB Negeri di Jawa Tengah (Jateng) resmi dimulai pada Januari 2020.

Menindaklanjuti pelaksanaan program tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantas memberi arahan agar sekolah mengembalikan uang SPP siswa yang telanjur dibayar.

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pati pun tidak menunggu lama untuk menjalankan arahan Gubernur Ganjar dengan menjadi sekolah pertama yang mengembalikan uang SPP.

"Hari ini SMAN 2 PATI mengembalikan kelebihan bayar SPP untuk 486 siswa dengan total uang yang dikembalikan Rp 209,42 juta,” tulis Kepala SMAN 2 Pati Budi Santosa melalui akun Twitter-nya @BIG27BUDI.

Baca juga: Ganjar Pranowo Gratiskan SPP SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Tengah

Ia melanjutkan, pengembalian itu sesuai arahan Gubernur Ganjar Pranowo dan petunjuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, orang tua siswa senang dan tersenyum gembira. MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA," lanjut Budi dalam unggahannya.

Inisiatif SMAN 2 Pati

Kepala SMAN 2 Pati itu mengatakan, pihaknya memang berinisiatif mengembalikan uang SPP siswa ke orang tua.

“Belum ada juklak juknis dari Dinas Pendidikan soal pengembalian. Ini inisiatif sekolah,” kata Budi dalam keterangan tertulis (10/1/2020).

Inisiatif itu, imbuh dia, karena orang tua membutuhkan uang SPP itu. Sebelumnya, sebagian besar orang tua memang sudah membayar SPP selama setahun, enam, atau dua bulan.

"Yang dikembalikan adalah pembayaran dari tanggal 27 Desember 2019. Pengembalian dilakukan secara tunai,” kata Budi.

Baca juga: Cara Ganjar Pranowo Koordinasi Banjir dengan Kepala Daerah di Jateng

Mekanisme pengembalian, lanjut dia, dilakukan dengan memanggil orang tua ke sekolah untuk menerima uang yang sudah dimasukkan dalam amplop.

"Uang yang dikembalikan sejumlah Rp 209,42 juta dari pembayaran 486 siswa," kata Kepala SMAN 2 Pati.

Pengembalian uang SPP dilakukan dua hari, yakni Jumat (10/1/2019) sebanyak 264 siswa dan Senin (13/1/2019) sebanyak 222 siswa. Mereka merupakan siswa kelas X, XI, dan XII.

“Kami segera mengembalikan uang SPP karena para orang tua juga sudah banyak mendengar adanya info jika Pemprov Jateng telah menggratiskan SPP dengan ditandai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu,” kata Budi.

Kendala sekolah lain mengembalikan uang SPP

Menurut pantauan Budi yang juga merupakan ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jateng, belum ada satu pun sekolah yang mengembalikan uang SPP ke siswa selain SMAN 2 Pati.

“Mereka kemarin sudah kami minta untuk melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan ini," kata dia.

Budi melanjutkan, sekolah-sekolah itu kesulitan dalam administrasi dan bingung perihal rata-rata kelebihan uang SPP per anak.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar mengumpulkan para kepala sekolah pada Jumat (27/12/2019) lalu untuk mengeluarkan kebijakan SPP gratis dan meminta mereka menyikapinya dengan cepat.

Baca juga: Ganjar Pranowo Sambut Baik Pemikiran Revolusioner Nadiem Makarim

SMAN 2 Pati pun segera merekap administrasi SPP siswa dengan mengumpulkan tanda pembayaran.

“Tanda pembayaran SPP segera direkap karena prosesnya lama,” kata Budi.

Selain meminta bukti pembayaran, imbuh dia, pihaknya turut mengecek ke bank karena orang tua siswa juga melakukan pembayaran di bank.

“Bank juga memberi laporan sampai semua administrasi sesuai. Kalau ada selisih, kami panggil bank untuk menyinkronkan. Alhamdulillah hasilnya sesuai,” lanjut Kepala SMAN 2 Pati.

Menurut dia, kebijakan sekolah gratis mengharuskan setiap kelebihan pembayaran SPP untuk dikembalikan.

“Pengembalian pembayaran SPP juga bervariasi, ada yang dua bulan, atau beberapa bulan," kata Budi.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya