Ini Alasan Mumtaz Rais, Anak Amien Rais Maju Pilkada Sleman

Kompas.com - 10/01/2020, 22:00 WIB
Baliho dengan wajah Mumtaz Rais terpasang di simpang tiga Gamping, Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMABaliho dengan wajah Mumtaz Rais terpasang di simpang tiga Gamping, Sleman

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Putra ketiga Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais menyampaikan alasanya maju pada Pilkada Sleman 2020.

Sebagai putra daerah, Mumtaz merasa terpanggil untuk maju di Pilkada Sleman.

Mumtaz mengatakan, semua kader yang dinilai terbaik oleh Partai Amanat Nasional (PAN) pasti akan didorong untuk maju dalam pilkada.

"Jadi kebijakan prioritas PAN kalau ada kader yang punya kopetensi, punya kualitas dan potensi menang yang sangat bagus ya di dorong oleh partai. Dalam konteks itu, saya menjalankan tugas ini," ujar Mumtaz Rais saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: DPP PAN Rekomendasikan Mumtaz Rais sebagai Calon Bupati Sleman

Mumtaz lahir dan besar di Kabupaten Sleman. Namun, untuk beberapa tahun pernah meninggalkan daerah kelahiranya itu.

Putra ketiga Amien Rais ini meninggalkan Sleman untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Namun, setelah selesai, dia tetap kembali lagi ke Sleman. Sebab, memang hatinya di Sleman.

"Soul saya itu di Sleman, walaupun sekolah di luar negeri tapi kan tetap hatinya di Sleman. Sejauh-jauh belajar, toh kembalinya tetap ingin ke kampung, Sleman ini jadi panggilan lah," ujar dia.

Mumtaz mengaku memang sudah lama mempunyai keinginan untuk menjadi bupati Sleman.

Sehingga, pada Pilkada 2020 ini dirinya, memutuskan untuk mencalonkan diri.

"Insya Allah pilkada tahun ini ada regenerasi lah," ucap Mumtaz.

Sebelumnya diberitakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional ( PAN) mengeluarkan surat rekomendasi nama calon bupati yang diajukan dalam Pilkada 2020 mendatang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X