Saat Wali Kota Medan Bersaksi di Sidang Kasus Suap, PN Medan Disesaki ASN hingga Plt Wali Kota Marah-marah

Kompas.com - 10/01/2020, 13:01 WIB
Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution emosi saat ditanyai wartawan soal jam kerja ketika meninggalkan PN Medan, Kamis (9/1/2019). KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIPelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution emosi saat ditanyai wartawan soal jam kerja ketika meninggalkan PN Medan, Kamis (9/1/2019).

MEDAN, KOMPAS.com - Sidang perkara suap dengan terdakwa Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan beragenda pemeriksaan saksi.

Ada sembilan saksi yang hadir dari rencana 12 saksi yang dipanggil jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satunya adalah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

Telat satu jam dari jadwal sidang pukul 09.00 WIB, ruang sidang Cakra 1 sudah penuh pengunjung.

Dari seragam yang dikenakan, diduga kuat semuanya Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemerintah Kota Medan.

Baca juga: OTT Wali Kota Medan, KPK Periksa Sejumlah Kadis

Pada bangku barisan depan, sudah duduk manis Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syarif Armansyah. 

Kadis Ketenagakerjaan Hannalore Simanjuntak, Kepala Bagian Pemerintahan Rasyid Ridho Nasution, Staf Bagian Hukum Rahma, dan staf-staf lainnya.

Mantan Kadis yang datang terlihat Kepala Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (P2K) Marihot Tampubolon. 

Mantan Kadispora Marah Husin, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Iswanda Nanda Ramli, juga Ketua Partai Golkar Kota Medan Syaf Lubis.

Begitu Dzulmi Eldin, mantan wali kota Medan, memasuki ruang sidang dengan pengawalan polisi bersenjata laras panjang, kemudian duduk di bangku barisan tengah.

Baca juga: Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Pertemuan Plt Wali Kota dan mantan wali kota

 

Akhyar yang mengetahui Eldin duduk di belakangnya langsung bangkit, dia memeluk dan mencium pipi Eldin lalu duduk di sampingnya.

Tak lama, satu persatu saksi dipanggil dan duduk di kursi saksi.

Mereka adalah Dzulmi Eldin, Asisten Pemerintahan Mussadat, Sutan Solahudin dan Uli Artha Simanjuntak, keduanya staf protokoler.

Baca juga: Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang...

Kemudian mantan Kadis Pendidikan Hasan Basri, Sekretaris Kadis Pendidikan Abdul Johan, Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Fikri Handi Harahap, Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah Kota Medan Ade Irmayani, dan Vincent dari Erni Tour selaku tour guide.

Hakim ketua majelis yang diketuai Abdul Azis mulai mendengar keterangan para saksi. Eldin yang pertama kali didengar kesaksiannya lebih banyak menjawab tidak tahu.

Saat tanya jawab berlangsung, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution meninggalkan ruang sidang berjalan ke luar gedung pengadilan.

Baca juga: Menantu Jokowi, Bobby Nasution Resmi Daftar Bakal Calon Wali Kota Medan

Plt Wali Kota Medan marah ditanya jam kerja

Di halaman, dia dicegat wartawan, diminta komentarnya soal persidangan dan kesaksian Eldin.

"Kejadian ini akan menjadi istighfar bagi diri ku, supaya aku jangan salah, itu aja..." katanya.

Ditanya maksudnya kesalahan prosedur di masa yang akan datang, dia mengiyakan.

"Ya, aku kan harus belajar terhadap kesalahan ini, ya kan," kata dia sambil berjalan.

Datang pertanyaan dari salah seorang wartawan apakah menghadiri persidangan masuk jam kerja atau hari ini tidak ada jam kerja alias libur.

Baca juga: Belasan Pejabat Pemkot Medan Diperiksa dalam Kasus Wali Kota Medan

"Kau kerja kan? Ya udah, sama-sama kerja kita!" kata Akhyar emosional dan bergegas meninggalkan PN Medan.

Sang wartawan mengejar dan kembali menanyakan pertanyaan yang sama.

Akhyar menghentikan langkah, dengan mata melotot dan ekspresi marah benar dia mendatangi wartawan tersebut.

Namun langkahnya ditahan ajudan dan jurnalis lainnya.

Akhyar digiring menuju kantor wali kota Medan yang tak jauh dari gedung pengadilan dengan berjalan kaki.

Baca juga: Kasus Suap Jabatan, Istri Wali Kota Medan Jalani Pemeriksaan Hampir 10 Jam



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tercatat Sudah Terjadi 12 Kali Gempa Guguran di Gunung Merapi pada Hari Ini

Tercatat Sudah Terjadi 12 Kali Gempa Guguran di Gunung Merapi pada Hari Ini

Regional
Hari Bakti PU ke-75, Simak Cerita 7 Pemuda Gugur Saat Mempertahankan Gedung Sate

Hari Bakti PU ke-75, Simak Cerita 7 Pemuda Gugur Saat Mempertahankan Gedung Sate

Regional
Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tunarungu

Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tunarungu

Regional
2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

Regional
Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Regional
Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Regional
Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Regional
Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Regional
Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Regional
Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Regional
Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Regional
96 Persen Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Lamongan Telah Terisi

96 Persen Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Lamongan Telah Terisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X