Harga Garam Hanya Rp 150 per Kilo, Pemerintah Diminta Perketat Impor

Kompas.com - 10/01/2020, 12:59 WIB
Buruh angkut garam saat memanen garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (9/1/2020). Harga garam rakyat tahun ini Rp 150/kg. Selama 20 tahun terakhir, harga garam menurut sejumlah petambak garam tidak pernah anjlok seperti tahun ini. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANBuruh angkut garam saat memanen garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (9/1/2020). Harga garam rakyat tahun ini Rp 150/kg. Selama 20 tahun terakhir, harga garam menurut sejumlah petambak garam tidak pernah anjlok seperti tahun ini.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Anjloknya harga garam rakyat yang terjadi sejak tahun 2019 hingga sekarang membuat para petambak garam harus mengencangkan ikat pinggang.

Akibat kondisi itu, sebagian petambak di wilayah Jawa Timur bahkan memilih untuk menyimpan garam di gudang, daripada harus menjualnya dengan harga yang rendah.

Seperti diketahui, sejak memasuki periode musim penghujan akhir tahun 2019 hingga saat ini harga garam rakyat hanya di angka Rp 150/kilo. Harga jual itu anjlok jika dibandingkan periode Juni 2019 yang mencapai harga Rp 500/kilo.

Menyikapi kondisi itu, Anggota DPR Achmad Baidowi mengaku akan meneruskan temuan dan keluhan petambak itu kepada pemerintah.

Baca juga: Tak Pernah Harga Garam Serendah Tahun ini

Pasalnya, kondisi para petambak garam dan industri garam dalam negeri saat ini dianggap sangat memprihatinkan.

Di gudang penyimpanan garam milik PT Garam misalnya, dikatakan, ada sebanyak 450.000 ton garam di gudang tidak terjual. Termasuk garam rakyat ada sebanyak 180.000 ton tidak terjual, akibat harga anjlok dan tidak laku di pasaran.

Ia menilai, kondisi itu terjadi karena dampak dari impor garam yang dilakukan pemerintah Indonesia pada 2019 yang dianggap sangat terbuka.

Sehingga mengakibatkan antara ketersediaan barang dan permintaan di pasar dalam negeri tidak seimbang.

"Kami akan rekomendasikan kepada pemerintah agar tahun ini impor garam harus dikontrol super ketat. Kasihan garam rakyat dan garam milik pemerintah tidak terjual dan harganya anjlok," ungkap Baidowi.

Sedangkan menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah berupaya untuk mengirimkan surat kepada Gubernur, beberapa kementerian hingga DPR.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X