Trauma Healing Korban Bencana: Ada Spiderman, Badut, hingga Tebak-tebakan Berhadiah Ala Jokowi

Kompas.com - 10/01/2020, 10:57 WIB
Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPara korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal tahun 2020.

Ada 28 kecamatan yang terdampak akibat bencana tersebut. Bencana terparah ada di 7 kecamatan.

Setidaknya ada 47.104 warga yang mengungsi dan 545 orang korban jiwa. Sebanyak 12 warga meninggal dunia dan 4 di antaranya dilaporkan hilang dan belum ditemukan.

Tepat 7 hari berlalu, warga yang menjadi korban terus berjuang melanjutkan hidup.

Baca juga: Pencarian Tiga Korban Longsor di Sukajaya Bogor Diperpanjang 3 Hari

Kecamatan Sukajaya, lokasi bencana terparah

Derita warga yang terparah terdampak bencana itu salah satunya ada di Kecamatan Sukajaya.

Ribuan orang telah mengungsi di beberapa tempat aman seperti kantor desa, sekolahan, masjid dan rumah-rumah warga. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas kejadian itu, banyak pihak yang terdorong untuk turun tangan membantu para korban agar bangkit dari keterpurukan.

Kamis (9/1/2020), tim Polres Bogor menuju posko pengungsian warga terdampak bencana di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya.

Baca juga: Cerita Saat Jokowi Mendadak Meninjau Longsor di Sukajaya Bogor...

Siang itu, langit masih menunjukkan tanda-tanda bahwa kondisi alam belum stabil.

Mendung hitam tampak merata di kawasan perbukitan itu, mengiringi upaya penanganan trauma healing oleh jajaran Satlantas Polres Bogor.

Hujan turun hampir setiap hari kurang lebih selama 30 menit, hujan deras kadang pula gerimis.

Tak ayal, jalanan menjadi becek karena sisa-sisa lumpur banjir dan longsor. Hal yang lumrah bagi para korban.

Baca juga: Jokowi Kenakan Jas Hujan Hijau Pemberian Warga Saat Berkunjung ke Sukajaya Bogor

 

Posko pengungsi di SD Negeri Sukajaya 03

Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).
Saat itu, hujan tidak deras betul, namun sesekali air hujan menyiram tim kepolisian saat di perjalanan menuju sekolah SD Negeri Sukajaya 03.

Sekolah yang dijadikan posko pengungsian itu diisi kurang lebih ada ratusan pengungsi.

Mereka masih mengalami ketakutan dan trauma akibat bencana tersebut, ditambah kondisi cuaca saat ini masih tidak menentu.

Setibanya di lokasi, satu persatu ibu-ibu dan anak-anak memasuki sebuah kelas di sekolah tersebut.

Baca juga: Sempat Gagal Mendarat, Jokowi Akhirnya Injakkan Kaki di Sukajaya

Di sana, sudah berdiri sosok superhero Spiderman yang biasa ada di film laga. Lalu, dua sosok badut juga ikut mendampingi.

Kostum Spiderman itu digunakan langsung oleh anggota Satlantas Polres Bogor, Brigadir Bayu Kristiana.

Sontak, keceriaan mendadak terpancar pada raut muka anak-anak yang menjadi korban bencana longsor itu.

Baca juga: Derita 4.146 Warga Sukajaya Bogor Bertaruh Nyawa ke Tempat Pengungsian

 

Anak-anak ceria melihat Spiderman dan badut

Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).
Melihat Spiderman dan dua badut, membuat anak-anak sejenak melupakan bencana yang terjadi pada pergantian tahun baru.

Pasalnya, anak-anak di pengungsian telah menyaksikan langsung bencana alam yang telah meluluhlantakkan kampung dan rumah mereka.

Wajah polos anak-anak itu seakan banyak yang tidak mereka mengerti. Namun, bencana itu tentu akan membekas rasa trauma pada psikis mereka.

Baca juga: BNPB dan Menko PMK Sambangi Pengungsi Longsor di Sukajaya Bogor

Untuk mengembalikan kondisi psikologi mereka. Kini, para korban mendapatkan penangan trauma healing pemulihan pasca bencana

Trauma healing tersebut diisi dengan  hiburan, edukasi dan motivasi seperti bernyanyi bersama, tebak-tebakan, sulap dan menjawab sejumlah pertanyaan.

"Pak, Jokowi pak, Jokowi," teriak bocah laki-laki bernama Juan saat menjawab pertanyaan siapa Presiden Republik Indonesia?

Baca juga: Pemprov Jabar Relokasi 2.000 Keluarga Korban Longsor di Bogor

 

Tebak-tebakan ala Jokowi

Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).
Lucunya, sebelum Juan menjawab Presiden Joko Widodo. Salah seorang anak-anak sempat menyebut Presiden Sukarno.

"Pak Sukarno, Sukarno," jawabnya.

Brigadir Bayu lantas menanyakan kepada bocah itu mengenai sekolah di angkatan tahun berapa.

"Hah, angkatan tahun berapa nih ?" gelak tawa langsung pecah di dalam tempat pengungsian tersebut.

Kesedihan yang sempat terlihat mendadak hilang diganti gelak tawa yang menambah keceriaan anak-anak dan ibu mereka.

Baca juga: Banjir Bandang Lahat Sebabkan Tanah Longsor, Akses Jalan Putus, 1 Unit Mobil Tertimbun

Juan sempat terdiam, saat mengetahui apa yang dia jawab ternyata benar. Sebab, persaingan begitu ketat.

Ia lantas dipanggil ke depan dan mendapat hadiah dari Spiderman, Brigadir Bayu.

Tak sampai di situ saja, Juan juga diberi tantangan untuk menyebut nama-nama ikan.

Tebak-tebakan yang biasa digunakan Presiden Jokowi.

Baca juga: Gunung Kapur di Jember Longsor dan Menimpa Seorang Pekerja

 

Hilangkan trauma anak-anak pada bencana

Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).
Saat ditemui Kompas.com, Brigadir Bayu Kristiana mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan motivasi dengan cara menghibur supaya para korban terutama anak-anak tidak putus harapan.

Tentunya tidak bisa dibayangkan kata dia, rasa takut dan trauma pada anak-anak setelah menyaksikan batu-batu longsor yang menghantam rumah mereka.

Baca juga: Korban Pemerasan Kasus Video Seks oleh Sopir Taksi Online Difasilitasi Trauma Healing

"Saya terdorong secara pribadi untuk kegiatan ini, karena jujur saja, tidak ada artinya pengorbanan saya selama ini dibandingkan mereka. Makanya saya ingin menghibur dengan cara ini," ungkapnya.

Meski harus berpanas-panasan memakai kostum Spiderman itu, Bayu mengaku tak  mempermasalahkannya dan bukan menjadi sebuah kendala.

"Karena mereka saja kuat dan sanggup menghadapinya (bencana) jika saya hanya harus menahan panas, mengapa saya tidak sanggup," ujarnya.

Baca juga: Warga Jabar Pulang dari Wamena, Ridwan Kamil Minta Pemda Beri Trauma Healing

 

Kenakan kostum yang dikenal semua orang

Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Para korban bencana di pengungsian menjalani trauma healing dari Polres Bogor di pengungsian sekolah SD Negeri Sukajaya 03, Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).
Kreativitas anak-anak tersebut lanjut dia, sangat baik, hal itu terlihat ketika dirinya memberikan sejumlah tantangan.

Hal itu menandakan bahwa di dalam diri mereka masih ada jiwa yang kuat, keceriaan dan semangat hidup dalam menghadapi bencana.

Baca juga: Keceriaan Anak-anak Korban Gempa Halmahera Jalani Trauma Healing

Bayu juga menambahkan bahwa dirinya sudah mulai kegiatan pada bencana tahun lalu dan selalu memberikan trauma healing, sampai ganti peran.

Kali ini ia memakai kostum Spiderman, tokoh yang mudah dikenal semua orang.

"Betul dan alhamdulilah saya didukung Kapolda Jabar dan Kapolres Bogor yang tentunya beliau sangat antusias sekali, tanpa pikir panjang saya siap kapan pun dan di mana pun," katanya.

Baca juga: Istri Kapolri Ikut Mendongeng untuk Trauma Healing Anak-anak Korban Banjir Jayapura



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X