Tak Pernah Harga Garam Serendah Tahun ini

Kompas.com - 10/01/2020, 10:33 WIB
Buruh angkut garam saat memanen garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (9/1/2020). Harga garam rakyat tahun ini Rp 150/kg. Selama 20 tahun terakhir, harga garam menurut sejumlah petambak garam tidak pernah anjlok seperti tahun ini. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANBuruh angkut garam saat memanen garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (9/1/2020). Harga garam rakyat tahun ini Rp 150/kg. Selama 20 tahun terakhir, harga garam menurut sejumlah petambak garam tidak pernah anjlok seperti tahun ini.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Sejak tahun 2019 hingga tahun 2020 ini, harga garam rakyat semakin anjlok.

Memasuki musim hujan, harga turun hingga Rp 150/kilo. Selain anjlok, garam rakyat juga tidak laku di pasaran.

Petambak garam memilih menimbunnya di gudang-gudang semi permanen, dengan harapan ada kenaikan harga selama beberapa bulan ke depan. 


Zayyadi, petambak garam asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan menuturkan, di awal musim panen garam bulan Juni tahun kemarin, harga garam sempat bertahan di Rp 500/kilo.

Baca juga: Anggota DPR Temukan 630.000 Ton Garam Tidak Terserap

Namun, semakin meningkatnya produksi dan semakin bagusnya kualitas garam, justru harganya semakin anjlok. 

"Harga garam sangat fluktuatif. Belum pernah harga anjlok sampai Rp 150/kilo seperti tahun ini," ujar Zayyadi, saat ditemui di lokasi tambak garam, Jumat (10/1/2020). 

Fathur Rohim, petambak garam lainnya asal Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, memilih tidak menjual garamnya dengan cara menimbun.

Bahkan, gudang penyimpanannya sampai tidak muat dan harus membuat gudang semi permanen dengan hanya ditutupi terpal plastik.

Enggannya Fathur menjual garamnya, karena rugi. 

"Kalau Rp 150/kilo saya rugi sebagai petambak karena harus dibagi dua dengan pemilik lahan yang saya sewa. Ditambah lagi ongkos kuli angkut garam ke pinggir jalan. Makanya tidak saya jual," terang Fathur. 

Menyikapi anjloknya harga garam, Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah melakukan beberapa upaya.

Di antaranya berkirim surat kepada Gubernur Jawa Timur dan beberapa kementrian, termasuk ke DPR, agar ada ketetapan harga garam rakyat.

Namun, sampai saat ini, upaya itu belum mampu mengangkat harga garam rakyat. 

"Masalahnya sekarang garam tergantung kepada importir. Jadi, upaya kami untuk mendongkrak harga garam rakyat masih belum sukses," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Totok Hartono, saat dikonfirmasi melalui telpon seluler.

Anggota DPR Achmad Baidowi saat berkunjung ke sejumlah gudang penyimpanan garam milik PT Garam di beberapa daerah di Indonesia, menemukan adanya 450.000 ton garam tidak terjual.

Ada pula garam rakyat sebanyak 180.000 ton yang juga tidak terjual. Bahkan stok garam milik PT Garam dua tahun yang lalu, juga ada yang tidak terjual.

Baca juga: Kronologi Tenggelamnya Kapal Pengangkut 18 Ton Garam di NTT

Tidak terjualnya garam tersebut, menurut Baidowi karena impor garam di Indonesia selama tahun 2019 sangat longgar. 

"Kami rekomendasikan kepada pemerintah agar tahun ini impor garam harus dikontrol super ketat. Kasihan garam rakyat dan garam milik pemerintah tidak terjual dan harganya anjlok," ungkap Baidowi. 

Selain itu, Wakil Ketua Badan Legislasi Nasional ini meminta agar pemerintah betul-betul memeriksa kualitas garam dalam negeri yang distigma NaCl-rendah oleh pengusaha.

Temuan di lapangan, banyak garam yang kandungan NaCl-nya tinggi dan memenuhi syarat untuk garam industri. 

"Kalau milik PT Garam, banyak stoknya yang NaCl-nya mencapai 94 persen. Pemerintah jangan mudah dipengaruhi oleh importir tanpa crosscheck ke lapangan," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi SMA Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Dua Siswi Lain Malah Merekam

Siswi SMA Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Dua Siswi Lain Malah Merekam

Regional
Sejumlah Warga Jember Kunjungi Lapas, Minta Tahanan Korupsi Dilindungi

Sejumlah Warga Jember Kunjungi Lapas, Minta Tahanan Korupsi Dilindungi

Regional
Kontraksi Hendak Melahirkan, Peserta CPNS Ini Tetap Mengikuti Tes

Kontraksi Hendak Melahirkan, Peserta CPNS Ini Tetap Mengikuti Tes

Regional
Peserta Balapan Liar Melawan Saat Ditertibkan, Satu Polisi Luka Kepalanya

Peserta Balapan Liar Melawan Saat Ditertibkan, Satu Polisi Luka Kepalanya

Regional
Kronologi Pria di Tegal Bunuh Tetangga Gara-gara Mendiang Ayahnya Dihina

Kronologi Pria di Tegal Bunuh Tetangga Gara-gara Mendiang Ayahnya Dihina

Regional
Pascabanjir, Belasan Ular Piton Muncul di Kolong Rumah Warga, Baru 2 yang Tertangkap

Pascabanjir, Belasan Ular Piton Muncul di Kolong Rumah Warga, Baru 2 yang Tertangkap

Regional
Polisi Tangkap Geng Bocah di Semarang yang Bacok Orang Tanpa Alasan

Polisi Tangkap Geng Bocah di Semarang yang Bacok Orang Tanpa Alasan

Regional
Ratusan 'Guiding Block' di Pedestrian Jalan Suroto Yogyakarta Hilang

Ratusan "Guiding Block" di Pedestrian Jalan Suroto Yogyakarta Hilang

Regional
Ibu Rumah Tangga Kendalikan Prostitusi Online, Korbannya 2 Perempuan di Bawah Umur

Ibu Rumah Tangga Kendalikan Prostitusi Online, Korbannya 2 Perempuan di Bawah Umur

Regional
Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Bandung Terendam Banjir

Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Bandung Terendam Banjir

Regional
Lima Warga Bone Digigit Anjing Gila, 3 di Antaranya Anak-anak

Lima Warga Bone Digigit Anjing Gila, 3 di Antaranya Anak-anak

Regional
Panitia Angket DPRD Jember Temukan Kejanggalan Bantuan untuk Warga

Panitia Angket DPRD Jember Temukan Kejanggalan Bantuan untuk Warga

Regional
Arumi Bachsin Betah Tinggal 3 Tahun di Trenggalek, Ini Alasannya

Arumi Bachsin Betah Tinggal 3 Tahun di Trenggalek, Ini Alasannya

Regional
Kuli Bangunan Bohongi 5 Perempuan, Mengaku TNI di Aplikasi Cari Jodoh

Kuli Bangunan Bohongi 5 Perempuan, Mengaku TNI di Aplikasi Cari Jodoh

Regional
Satu Bus Menuju Bandara, Ayu Winda Baru Tahu Humaidi Tak Ikut Dievakuasi Saat di Pesawat

Satu Bus Menuju Bandara, Ayu Winda Baru Tahu Humaidi Tak Ikut Dievakuasi Saat di Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X