Misteri Mayat di Tol Kebonmas Gresik, Dibunuh karena Dendam Istri Dihamili

Kompas.com - 10/01/2020, 06:46 WIB
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, saat berbincang dengan kedua pelaku sebelum rilis pengungkapan kasus di halaman Polres Gresik, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, saat berbincang dengan kedua pelaku sebelum rilis pengungkapan kasus di halaman Polres Gresik, Kamis (9/1/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sabtu (28/12/2019), Sunari (60) warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Surabaya hendak buang air kecil saat melintas di Tol Kebomas yang mengarah ke arah Romokalisari, atau tepatnya di KM 16.400/B

Waktu masih menunjukkan pukul 05.40 WIB. Saat menepi di exit tol, ia melihat mayat laki-laki tengkurap di selokan. Sunari pun langsung melapor ke petugas keamanan jalan tol.

Dari hasil pemeriksaan awal, mayat tersebut memiliki tinggi badan 165 sentimeter, mengenakan baju putih bermotif kotak coklat dan sarung berwarna hijau.

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan di Tol Kebomas, Gresik, Diduga Korban Pembunuhan

Di mayat laki-laki itu itu ditemukan luka robek sepanjang 3 sentimeter di dahi dengan tali terlilit di leher serta luka di tangan.

Polisi juga menemukan tiga batu akik, satu keris kecil bserta sarungnya, satu koin tiara dewata, satu koin 20 sen Australia, satu siung babi, satu ikat lima patahan lidi, dan satu bungkusan kertas bertuliskan rajah.

Mayat tanpa identitas tersebut kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk diotopsi.

Polisi sempat kesulitan mengungkap mayat tersebut karena sidik jari mayat tidak terdeteksi di rekam e-KTP. Hingga akhirnya ada pihak keluarga yang mengenal mayat tersebut dari informasi di media sosial.

Baca juga: Mayat di Tol Kebomas Gresik, Bawa Bungkusan Mantra dan Akik hingga Leher Terlilit Tali

Tiga hari setelah penemuan mayat tersebut, polisi memastikan bahwa mayat tersebut adalah Makmulla alias Muhammad Mulla, warga Sampang Madura.

Mulla adalah petani kelahiran Sampang, 28 Juni 1986.

Hasil penyelidikan polisi terungkap bahwa salah satu pelaku pembunuhan Mulla adalah suami S, perempuan yang menjalin hubungan khusus dengan Mulla.

Baca juga: Polisi Sebut Mayat Pria di Tol Kebomas Bukan Warga Gresik

 

Dendam, istri hamil saat ditinggal kerja di luar negeri

IlustrasiiStockphoto Ilustrasi
Mulla (34) pria asal Sampang yang ditemukan tewas di Tol Kebomas, Gresik selama ini menjalin hubungan khusus dengan S hingga perempuan tersebut hamil lima bulan.

S telah memiliki suami beinisial J yang bekerja sebagai TKI di luar negeri.

Mendengar sang istri hamil saat ditinggal bekerja, emosi J memuncak. Ia memutuskan pulang ke Sampang, Madura.

Ia kemudian menghubungi enam rekannya dan menyusun rencana untuk membunuh Mulla.

"Mengetahui istrinya hamil oleh perbuatan korban, suaminya (pelaku yang masih DPO) pulang dari luar negeri ke Sampang dan muncul lah orang-orang ini (enam pelaku lain)," kata Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo di halaman Polres Gresik, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Terungkap, Ini Identitas Mayat yang Ditemukan di Tol Kebomas, Gresik

Dua orang pelaku yakni S dan Mat Ribut bertugas menjemput Mulla dari kos dan mengajaknya keluar menggunakan mobil Avanza silver.

Saat sampai di Tol Manyar, Mulla diajak pindah ke Avanza hitam yang di dalamnya telah menunggu J dan empat pelaku lainnya.

Mobil tersebut dikemudikan oleh R.

Di dalam mobil tersebut, Mulla diajak bicara oleh pelaku. Lalu ia dijerat menggunakan tali tampar hingga tak benafas. Mayat Mulla kemudian dibuang di selokan yang tak jauh dari exit Tol Kebomas.

Baca juga: Mayat Pria di Tol Kebomas Gresik, Korban Diduga Dibunuh 5 Jam Sebelum Ditemukan

Dari tujuh pelaku pembunuhan, polisi sudah berhasil menangkap dua pelaku yakni S dan R yang masih masih memiliki hubungan keluarga dengan Mulla.

S ditangkap di rumahnya di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura. Sedangkan R ditangkap di Desa Waturejo, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

"S yang berhasil kita tangkap, berhasil membujuk korban yang sedang berada di kos-kosan keluar menggunakan (mobil) Avanza silver, berdua dengan Mat Ribut yang saat ini masih DPO (daftar pencarian orang)," ujar Kusworo.

Baca juga: Terungkap, Ini Motif Kasus Pembunuhan dan Jenazah di Tol Kebomas Gresik

Lima pelaku pembunuhan lainnya saat ini masih dalam pengejaran termasuk J suami S perempuan yang menjalin hubungan dengan Mulla.

Menurut polisi, para pelaku telah merencanakan pembunuhan terhadap korban dan mereka dijerat Pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Hamzah Arfah | Editor: Abba Gabrillin, Khairina, Krisiandi, Teuku Muhammad Valdy Arief)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X