Rekonstruksi Pembunuhan Hakim PN Medan Batal Digelar, Kapolda Sumut: Penyidik Rampungkan BAP

Kompas.com - 09/01/2020, 20:41 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan kasus narkoba di RS Bhayangkara Medan, Kamis (9/1/2020). Salah seorang pelaku peredaran narkoba ditembak betisnya (Y) oleh polisi saat pengungkapan kasus narkoba di kawasan Medan Marelan. Rekannya, DEN, tewas ditembak karena hendak melarikan diri. Dari pengungkapan ini, selain menemukan sejumlah barang bukti sabu, happy five dan ekstasi, polisi juga menemukan narkoba jenis baru. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan kasus narkoba di RS Bhayangkara Medan, Kamis (9/1/2020). Salah seorang pelaku peredaran narkoba ditembak betisnya (Y) oleh polisi saat pengungkapan kasus narkoba di kawasan Medan Marelan. Rekannya, DEN, tewas ditembak karena hendak melarikan diri. Dari pengungkapan ini, selain menemukan sejumlah barang bukti sabu, happy five dan ekstasi, polisi juga menemukan narkoba jenis baru.

MEDAN, KOMPAS.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin (55) yang awalnya dijadwalkan Kamis pagi tadi (9/1/2020) ditunda hingga Senin depan (13/1/2020).

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan, penundaan tersebut dikarenakan semua penyidik sedang merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Pra rekonstruksi dari perencanaan sampai pembuangan mayatnya. Kenapa tak jadi hari ini dilakukan karena persoalannya yang dilakukan penyidik itu harus ada berita acara," katanya di RS Bhayangkara Medan, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Hakim PN Medan yang Melibatkan Istri Korban

Dia menambahkan, berdasarkan barang bukti yang disita dari hasil olah TKP, diketahui CCTV di rumah korban sudah tidak berfungsi.

"Alat komunikasi sedang kita periksa. CCTV (di rumahnya) sudah mati sebulan sebelumnya," katanya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, para pelaku sudah mengakui telah membunuh hakim PN Medan, Jamaluddin.

"Sekarang apa yang dibantahkan. Mereka tidak membantah. Mereka mengakui membunuh, karena di bukti ada. Kalau menolak bagaimana orang ada buktinya," katanya.

Baca juga: 40 Hari Tewasnya Hakim PN Medan, Istri Ditetapkan sebagai Otak Pembunuhan hingga Libatkan Selingkuhan

Tatan mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk menunjukkan peran masing-masing pelaku dan proses pembunuhan itu terjadi.

"Yang pasti, yang sudah sampaikan bahwa penetapan 3 tersangka dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Dia menambahkan, motif pembunuhan yang dilakukan sang istri, Zuraida Hanum (41) diduga cekcok masalah rumah tangga.

"Namanya masalah keluarga, kemudian tidak nyambung saat komunikasi, ketemu orang dia utarakan niatnya didukung dengan orang tersebut kemudian terjadi pembunuhan pada 29 November," katanya.

Baca juga: Cerita di Balik Hakim PN Medan Tewas di Tangan Istri hingga Sewa 2 Orang Pembunuh Bayaran

Diberitakan sebelumnya, hakim PN Medan, Jamaludin ditemukan tewas di kebun sawit di Kutalimbaru, Deli Serdang pada Jumat siang (29/11/2019).

Setelah meminta keterangan 50 saksi, polisi menetapkan 3 orang tersangka, yakni Zuraida Hanum (41), Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29).

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, pembunuhan yang dilakukan sang Istri bukan tergolong pembunuhan biasa, melainkan pembunuhan berencana yang dilakukan dengan rapi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Juli 2020

Regional
Viral, Turis Rusia Menangis di Jalan Gegara Iphone Miliknya Dijambret

Viral, Turis Rusia Menangis di Jalan Gegara Iphone Miliknya Dijambret

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Juli 2020

Regional
Berada di Pinggir Jalan Kota Solo, Makam Mbah Precet Kerap Didatangi Peziarah

Berada di Pinggir Jalan Kota Solo, Makam Mbah Precet Kerap Didatangi Peziarah

Regional
2 Orang Diamankan Terkait Mayat Bocah 5 Tahun yang Perhiasannya Hilang

2 Orang Diamankan Terkait Mayat Bocah 5 Tahun yang Perhiasannya Hilang

Regional
Secapa AD Bandung Jadi Klaster Baru Penyebaran Virus Corona di Jabar

Secapa AD Bandung Jadi Klaster Baru Penyebaran Virus Corona di Jabar

Regional
Dipuji Grab, Ojol yang Kembalikan Uang Lebih ke Konsumen Menangis

Dipuji Grab, Ojol yang Kembalikan Uang Lebih ke Konsumen Menangis

Regional
“New Normal”, Orangtua Diminta Utamakan Pencegahan Covid-19 terhadap Anak

“New Normal”, Orangtua Diminta Utamakan Pencegahan Covid-19 terhadap Anak

Regional
Ratusan Siswa Secapa AD di Bandung Positif Covid-19

Ratusan Siswa Secapa AD di Bandung Positif Covid-19

Regional
Pemkab Luwu Utara Gelar Peremajaan Kelapa Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

Pemkab Luwu Utara Gelar Peremajaan Kelapa Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

Regional
Ini Motif Pelaku Pembunuhan Pria yang Terekam CCTV

Ini Motif Pelaku Pembunuhan Pria yang Terekam CCTV

Regional
Bocah 5 Tahun Tak Kunjung Pulang, Saat Ditemukan Sudah Jadi Mayat di Parit, Perhiasannya Hilang

Bocah 5 Tahun Tak Kunjung Pulang, Saat Ditemukan Sudah Jadi Mayat di Parit, Perhiasannya Hilang

Regional
Selundupkan Sabu di Pasta Gigi, 2 Warga Kota Palopo Ditangkap

Selundupkan Sabu di Pasta Gigi, 2 Warga Kota Palopo Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X