Anggota DPR Temukan 630.000 Ton Garam Tidak Terserap

Kompas.com - 09/01/2020, 19:50 WIB
Wakil Ketua Badan Legislasi Nasional dan anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Baidawi saat melihat stok garam di gudang penyimpanan garam milik PT Garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (9/1/2020). Ada 630 ribu ton garam yang tidak terserap hasil produksi tahun 2019, baik milik PT Garam dan garam rakyat. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANWakil Ketua Badan Legislasi Nasional dan anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Baidawi saat melihat stok garam di gudang penyimpanan garam milik PT Garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (9/1/2020). Ada 630 ribu ton garam yang tidak terserap hasil produksi tahun 2019, baik milik PT Garam dan garam rakyat.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Anggota DPR Achmad Baidowi menemukan stok garam sebanyak 630.000 ton yang tidak terserap.

Garam tersebut di antaranya, 450.000 ton garam milik PT Garam dan 180.000 milik petambak garam yang tersebar di pulau Madura dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, ada stok garam yang tidak terjual produksi dua tahun yang lalu di gudang PT Garam. 

Baidowi melakukan kunjungan ke gudang penyimpanan garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (9/1/20120).


Baca juga: Kronologi Tenggelamnya Kapal Pengangkut 18 Ton Garam di NTT

Baidowi menjelaskan bahwa stok garam milik pemerintah dan milik rakyat sangat melimpah.

Bahkan, gudang penyimpanan yang ada di Madura, baik milik pemerintah ataupun milik rakyat, sudah tidak bisa menampung, sehingga dibuatkan gudang semi permanen yang hanya ditutupi terpal.

"Ini fakta yang mengejutkan bahwa garam dalam negeri sangat mencukupi untuk kebutuhan konsumsi. Tapi di sisi yang lain, justru ada impor garam besar-besaran selama tahun 2019," ujar Baidowi.

Wakil Ketua Badan Legislasi Nasional ini menambahkan, stok yang melimpah tersebut perlu dicarikan solusinya oleh pemerintah.

Adanya stigma bahwa garam dalam negeri kadar garamnya rendah, menurut Baidowi, hal itu hanya akal-akalan kelompok pengusaha saja.

Padahal, kadar garam produksi PT Garam dan garam rakyat, menurut Baidowi, banyak yang NaCl-nya di atas 94 persen.

"Kami akan usulkan ke pemerintah, agar tahun 2020 ini ada pengetatan impor garam. Kalau bisa jangan melebihi 50 persen dari kebutuhan nasional, agar garam dalam negeri yang melimpah saat ini bisa terserap," kata dia.

Menurut Baidowi, selain pengetatan impor garam, Baleg DPR RI akan merevisi beberapa undang-undang yang berkaitan dengan garam, seperti masalah produksi, industri dan perusahaannya yang tertuang dalam Undang-undang BUMN.

Undang-undang ini menjadi prioritas untuk diselesaikan.

Selain itu, undang-undang lainnya yang akan direvisi yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Budidaya Ikan dan Petambak Garam.

Baca juga: Stop Ketergantungan Impor Garam, Pemurnian Garam Bakal Diperbanyak

Baca juga: Ini Cara Pemerintah agar Tak Lagi Impor Garam

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengungkapkan, berdasarkan penjelasan direktur PT Garam saat bertemu di Sumenep beberapa waktu lalu, Indonesia pernah melakukan ekspor garam ke India dan Australia.

Namun, saat ini terjadi anomali, karena Indonesia yang mengimpor garam dari India dan Australia.

Menurut Baidowi, benang kusut soal produksi dan industri garam di Indonesia sudah saatnya untuk dibenahi.

"Pemerintah harus betul-betul berpihak kepada rakyatnya sendiri, bukan kepada segelintir orang. Saya di Komisi VI DPR dan anggota yang lain sudah komitmen untuk memperjuangkan masalah garam ini," kata Baidowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi SMA Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Dua Siswi Lain Malah Merekam

Siswi SMA Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Dua Siswi Lain Malah Merekam

Regional
Sejumlah Warga Jember Kunjungi Lapas, Minta Tahanan Korupsi Dilindungi

Sejumlah Warga Jember Kunjungi Lapas, Minta Tahanan Korupsi Dilindungi

Regional
Kontraksi Hendak Melahirkan, Peserta CPNS Ini Tetap Mengikuti Tes

Kontraksi Hendak Melahirkan, Peserta CPNS Ini Tetap Mengikuti Tes

Regional
Peserta Balapan Liar Melawan Saat Ditertibkan, Satu Polisi Luka Kepalanya

Peserta Balapan Liar Melawan Saat Ditertibkan, Satu Polisi Luka Kepalanya

Regional
Kronologi Pria di Tegal Bunuh Tetangga Gara-gara Mendiang Ayahnya Dihina

Kronologi Pria di Tegal Bunuh Tetangga Gara-gara Mendiang Ayahnya Dihina

Regional
Pascabanjir, Belasan Ular Piton Muncul di Kolong Rumah Warga, Baru 2 yang Tertangkap

Pascabanjir, Belasan Ular Piton Muncul di Kolong Rumah Warga, Baru 2 yang Tertangkap

Regional
Polisi Tangkap Geng Bocah di Semarang yang Bacok Orang Tanpa Alasan

Polisi Tangkap Geng Bocah di Semarang yang Bacok Orang Tanpa Alasan

Regional
Ratusan 'Guiding Block' di Pedestrian Jalan Suroto Yogyakarta Hilang

Ratusan "Guiding Block" di Pedestrian Jalan Suroto Yogyakarta Hilang

Regional
Ibu Rumah Tangga Kendalikan Prostitusi Online, Korbannya 2 Perempuan di Bawah Umur

Ibu Rumah Tangga Kendalikan Prostitusi Online, Korbannya 2 Perempuan di Bawah Umur

Regional
Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Bandung Terendam Banjir

Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Bandung Terendam Banjir

Regional
Lima Warga Bone Digigit Anjing Gila, 3 di Antaranya Anak-anak

Lima Warga Bone Digigit Anjing Gila, 3 di Antaranya Anak-anak

Regional
Panitia Angket DPRD Jember Temukan Kejanggalan Bantuan untuk Warga

Panitia Angket DPRD Jember Temukan Kejanggalan Bantuan untuk Warga

Regional
Arumi Bachsin Betah Tinggal 3 Tahun di Trenggalek, Ini Alasannya

Arumi Bachsin Betah Tinggal 3 Tahun di Trenggalek, Ini Alasannya

Regional
Kuli Bangunan Bohongi 5 Perempuan, Mengaku TNI di Aplikasi Cari Jodoh

Kuli Bangunan Bohongi 5 Perempuan, Mengaku TNI di Aplikasi Cari Jodoh

Regional
Satu Bus Menuju Bandara, Ayu Winda Baru Tahu Humaidi Tak Ikut Dievakuasi Saat di Pesawat

Satu Bus Menuju Bandara, Ayu Winda Baru Tahu Humaidi Tak Ikut Dievakuasi Saat di Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X