Pemindahan Ibu Kota Negara Belum Dongkrak Penjualan Properti di Kaltim

Kompas.com - 09/01/2020, 18:50 WIB
Desa Mentawir Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. Kecamatan ini yang ditetapkan sebagai lokasi pemindahan ibu kota negara, Sabtu (26/10/2019).  KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONDesa Mentawir Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. Kecamatan ini yang ditetapkan sebagai lokasi pemindahan ibu kota negara, Sabtu (26/10/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemindahan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ternyata belum berpengaruh ke penjualan properti di wilayah itu.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kaltim Bagus Susetyo mengatakan, jika sebelumnya penjualan perumahan dan apartemen hanya satu unit dalam sebulan, kini sudah naik jadi dua sampai tiga unit.

"Memang ada kenaikan tapi tidak signifikan," katanya kepada Kompas.com di Samarinda, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: BUMN Akan Bangun Gedung Mirip Menara Petronas di Ibu Kota Baru

Soal harga jual pun demikian. Sebelumnya, kata Bagus nilai jual perumahan komersial berkisar antara Rp 300-400 juta untuk tipe kecil.

Harga ini belum mengalami kenaikan selama 4 tahun terakhir, meski kini ibu kota negara dinyatakan pindah ke Kaltim.

Justru, kata Bagus, yang meningkat adalah penjualan rumah subsidi dengan harga jual berkisar Rp 135 juta per unit.

"Jadi lebih banyak pengembang bermain di rumah subsidi, karena daya beli lebih baik," katanya.

Baca juga: Kata Luhut, Softbank Ingin Investasi 100 Milliar Dollar AS Ke Ibu Kota Baru

Untuk menggaet pembeli, para pengemban rumah komersial bahkan membuka kemudahan-kemudahan atau fasilitas tambahan seperti membuka akses jalan tembus ke pusat kota hingga potongan harga. Namun, peminatnya masih dirasa sepi.

"Karena secara keseluruhan pengemban rumah komersial masih kesulitan, meski ibu kota siap pindah ke Kaltim," jelasnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Regional
Kisah Polisi Pergoki Penjual Es Keliling Mencuri Susu Formula, Tak Jadi Ditahan Setelah Tahu Kondisinya

Kisah Polisi Pergoki Penjual Es Keliling Mencuri Susu Formula, Tak Jadi Ditahan Setelah Tahu Kondisinya

Regional
Pemasok Kartu Ponsel 'Gojek Tuyul' Ditangkap, Punya 4.500 Kartu Siap Pakai

Pemasok Kartu Ponsel "Gojek Tuyul" Ditangkap, Punya 4.500 Kartu Siap Pakai

Regional
Ungkap Penyebab Santri Tewas di Sukabumi, Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Ungkap Penyebab Santri Tewas di Sukabumi, Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Regional
Ditangkap dalam Keadaan Sehat, 4 Hari Kemudian Tahanan Narkoba Tewas, Polisi Sebut Gantung Diri

Ditangkap dalam Keadaan Sehat, 4 Hari Kemudian Tahanan Narkoba Tewas, Polisi Sebut Gantung Diri

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 981 Jiwa, 9 Meninggal

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 981 Jiwa, 9 Meninggal

Regional
Banyak Kasus Keguguran, Ratusan Buruh Es Krim Aice Mogok dan Tuntut 'Shift' Malam Dihapus

Banyak Kasus Keguguran, Ratusan Buruh Es Krim Aice Mogok dan Tuntut "Shift" Malam Dihapus

Regional
Polisi Periksa Kejiwaan Pria yang Siksa Anak Tirinya

Polisi Periksa Kejiwaan Pria yang Siksa Anak Tirinya

Regional
Oknum Guru di Serang Cabuli 5 Muridnya, Modusnya Bercanda

Oknum Guru di Serang Cabuli 5 Muridnya, Modusnya Bercanda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X