Saat Polisi di Mimika, Papua Diwajibkan Menanam Pohon Buah-buahan

Kompas.com - 09/01/2020, 17:45 WIB
Kapolsek Mimika Baru Kompol Sarraju ketika menanam pohon buah matoa, Kamis (9/1/2020) IRSUL PANCA ADITRAKapolsek Mimika Baru Kompol Sarraju ketika menanam pohon buah matoa, Kamis (9/1/2020)

TIMIKA, KOMPAS.com - Polisi memang memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat.

Namun, polisi ternyata juga tak bisa mengabaikan kondisi alam di lingkungan sekitar tempat bekerja.

Hal itu seperti yang terjadi di Mimika, Papua.

Seluruh jajaran Polres Mimika wajib menanam pohon buah-buahan di halaman polsek masing-masing.

Seperti yang terlihat di Polsek Mimika Baru yang terletak di Jalan C Heatubun, Kota Timika, pada Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Pedagang Blokade Jalan Masuk ke Pasar Sentral Timika

Di halaman polsek ini, Kapolsek Kompol Sarraju menanam pohon buah matoa, durian dan rambutan.

Aksi peduli lingkungan ini dilakukan bersama seluruh seluruh anggota dan ibu-ibu anggota Bhayangkari.

Kapolsek mengatakan, kegitan penanaman pohon ini untuk memperingati hari sejuta pohon sedunia.

Kegiatan ini sekaligus mendukung progam pemerintah dalam mengembangkan budaya cinta lingkungan, serta bentuk kepedulian Polri pada lingkungan sekitar.

Pohon yang ditanam ini diharapkan ke depannya dapat bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

Baca juga: Info soal Brimob Ditembak KKB hingga Jenazah Membusuk Dipastikan Hoaks

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X