Pria yang Bunuh Ibunya Lalu Umumkan Kematian di Masjid, Positif Konsumsi Narkoba

Kompas.com - 09/01/2020, 16:45 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

KOMPAS.com - Polisi memastikan F (35), tersangka pembunuhan ibu kandungnya, B (70), positif menggunakan narkoba.

Namun, seperti dilansir dari Antara, polisi masih memastikan apakah warga Kotawaringin Timur tersebut dalam pengaruh narkoba saat menghabisi nyawa ibunya sendiri, Rabu (8/1/2020) dini hari. 

"Hasil pemeriksaan, positif mengandung metamfetamin. Tapi apakah saat melakukan tindakan itu, dia di bawah pengaruh narkoba, itu yang masih kami dalami. Saat ini, dia sudah ditahan di Mapolres Kotawaringin Timur," kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel, di Sampit, Rabu.

Baca juga: Setelah Bunuh Ibunya, Pria Ini Umumkan Melalui Pengeras Suara Masjid

Rommel menambahkan, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif dan kronologi pembunuhan tersebut.

Seperti diketahui, F menganiaya ibunya dengan senjata tajam jenis mandau hingga tewas pada Rabu (8/1/2020) dini hari.

Setelah itu, F mengumumkan kematian ibunya melalui pengeras suara masjid. Warga yang mendengar pengumuman itu kaget dan berdatangan ke masjid dan ke rumah korban.

Saat datang ke rumah korban bersama pelaku, warga mendapati korban telah meninggal dunia secara tragis dengan kondisi mengeluarkan banyak darah.

Senjata tajam yang diduga digunakan pelaku juga ada di tempat tersebut. Warga kemudian mengamankan pelaku dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Saat warga datang itu korban memang sudah meninggal dunia," kata Kepala Desa Tumbang Sangai H Toto dihubungi dari Sampit, Rabu (8/1/2020).

Baca juga: Marah Dibilang Pengangguran, Seorang Anak di Sumsel Bunuh Ibu Kandungnya

Sementara itu, polisi berencana mengundang psikiater untuk memeriksa kesehatan mental pelaku.

Pasalnya, selama pemeriksaan, pelaku sering memberikan keterangan yang berubah-ubah.

"Keterangan tersangka berubah-ubah. Kadang dia bilang ada mendengar bisikan suara seseorang, terkadang mengaku melakukan itu karena kesal. Makanya ini akan didalami lagi. Saat ini sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangan dan terus kami kembangkan," ujar Rommel, seperti dilansir dari Antara.

Atas perbuatannya, polisi akan menjerat pelaku Undang-Undang Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, karena tersangka dan korban tinggal satu rumah, dan atau pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara sampai 20 tahun. (David Oliver Purba)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aiptu Edi Mujais, Polisi yang Gendong Pengeras Suara dan Beri Penyuluhan Bahaya Corona Gugur karena Kecelakaan

Aiptu Edi Mujais, Polisi yang Gendong Pengeras Suara dan Beri Penyuluhan Bahaya Corona Gugur karena Kecelakaan

Regional
Jenazah Pasien PDP Covid-19 yang Ditolak Warga Akhirnya Dimakamkan

Jenazah Pasien PDP Covid-19 yang Ditolak Warga Akhirnya Dimakamkan

Regional
Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

Regional
Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X