Polisi Tangkap 2 dari 7 Pelaku Pembunuhan di Tol Kebomas Gresik

Kompas.com - 09/01/2020, 16:06 WIB
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat berbincang dengan kedua pelaku yang diamankan, sebelum sesi rilis pengungkapan kasus di halaman Polres Gresik, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat berbincang dengan kedua pelaku yang diamankan, sebelum sesi rilis pengungkapan kasus di halaman Polres Gresik, Kamis (9/1/2020).

GRESIK, KOMPAS.com - Polisi berhasil menangkap dua dari tujuh terduga pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Mulla pada 28 Desember 2019 lalu.

Penangkapan dilakukan setelah polisi berhasil mengetahui identitas mayat berjenis kelamin laki-laki yang dibuang di exit Tol Kebomas, Gresik, Jawa Timur, tersebut.

Dua pelaku yang sudah berhasil ditangkap polisi adalah, S dan R.

Keduanya merupakan warga Sampang, Madura, yang diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

"S yang berhasil kita tangkap, berhasil membujuk korban yang sedang berada di kos-kosan keluar menggunakan (mobil) Avanza silver, berdua dengan Mat Ribut yang saat ini masih DPO (daftar pencarian orang)," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat rilis pengungkapan kasus di halaman Polres Gresik, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Terungkap, Ini Identitas Mayat yang Ditemukan di Tol Kebomas, Gresik

Selain mengamankan kedua terduga pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti atas kejadian ini.

Beberapa di antaranya, dua mobil Toyota Avanza berwarna silver dan hitam.

Kendaraan itu diduga yang digunakan dalam aksi pembunuhan.

"Sampai di Tol Manyar pindah ke Avanza hitam yang di dalamnya sudah ada lima orang lain, termasuk Rohman. Di dalam mobil Avanza hitam inilah korban dieksekusi," ucap Kusworo.

Menurut Kusworo, setelah korban diajak berbicara baik-baik, korban kemudian dicekik lehernya.

Kemudian, jenazah korban dibuang di exit Tol Kebomas.

Baca juga: Mayat Pria di Tol Kebomas Gresik, Korban Diduga Dibunuh 5 Jam Sebelum Ditemukan

Ia menuturkan, kedua terduga pelaku diamankan di dua lokasi berbeda.

S ditangkap polisi di rumahnya di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura.

Sedangkan, R ditangkap di Desa Waturejo, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

"Menurut keterangan dari dua pelaku yang sudah tertangkap ini, mereka semua masih memiliki hubungan saudara. Tapi kita belum bisa pastikan sebelum lima lainnya kita tangkap," kata Kusworo.

Kelima pelaku lain yang masih dalam pengejaran masing-masing berinisial J, M, AW, MR dan MR.

Menurut polisi, para pelaku telah merencanakan pembunuhan terhadap korban sebelumnya.

Para tersangka dijerat Pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Muhammad Mulla ditemukan oleh pengendara lain di exit Tol Kebomas atau tepatnya di kilometer 16.400/B.

Saat itu, tidak ada tanda pengenal dan identitas yang terdapat pada jenazah korban.

Baca juga: Mayat di Tol Kebomas Gresik, Bawa Bungkusan Mantra dan Akik hingga Leher Terlilit Tali



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X