Wakil Ketua Komisi IV DPR: Normalisasi Sungai Dulu, Baru Naturalisasi

Kompas.com - 09/01/2020, 09:01 WIB
Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi HandoutWakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi

Untuk Jakarta dengan kondisi saat ini, kata Dedi, cara yang tepat untuk dilakukan adalah dengan normalisasi. Sebab, sungai Jakarta sudah tercemar, menyempit dan mengalami kedangkalan.

"Untuk iklim Jakarta hari ini pola pendekatan alamiah (naturaliasi) itu sangat sulit dilakukan karena sungai  Jakarta sudah tidak alamiah. Kesadaran kolektif masyarakat Jakarta soal lingkungan rendah," kata ketua DPD Golkar Jawa Barat ini.

Normalisasi diikuti naturalisasi

Dedi mengibaratkan normalisasi dan naturalisasi itu dengan pengobatan badan. Untuk badan panas, hal yang mendesak dilakukan adalah menurunkan suhunya dengan obat kimia. Itu yang disebut normalisasi.

Setelah itu, lalu menjaga tubuh agar tetap sehat dengan berolahraga dan memperbaiki pola makan, dan itu dinamai naturalisasi.

Namun efek normalisasi tidak akan berlangsung lama jika tidak disertai dengan naturalisasi.

 

Lalu naturaliasi jika diibaratkan dengan pengobatan badan panas adalah dengan mengonsumsi obat alamiah, namun proses penyembuhannya lama. Tetapi dengan obat alamiah, badan kuat dan tidak akan sakit lagi.

Namun dengan pengobatan alamiah, orang harus bersabar dan bisa menahan rasa sakit yang cukup lama.

"Nah, jika dalam konteks sungai Jakarta, apakah dengan naturalisasi, masyarakat akan bersabar dan bisa kuat menerima banjir setiap hujan? Tentunya tidak akan," kata Dedi.

Oleh karena itu, Dedi mengatakan bahwa normalisasi sungai mendesak untuk dilakukan. Jika sudah normal, baru diikuti dengan naturalisasi. Atau, kata dia, kedua cara itu bisa dilakukan secara bersamaan.

Baca juga: Atasi Banjir, Dedi Mulyadi Usul Tata Ruang DKI, Jabar dan Banten Disatukan

Jadi, kata Dedi, pertama adalah dinormalkan terlebih dahulu, yaitu pembongkaran permukiman di pinggir sungai. Lalu perdalam dan perlebar sungai.

Setelah itu, itu dinaturalkan dengan penanaman pohon dan rumput vetiver di pinggir sungai. Hulu juga harus dinaturalisasi seperti reboisasi.

"Jadi normaliasi dan naturalisasi itu harus disatukan menjadi satu kesatuan penyelesaian," tandas mantan bupati Purwakarta dua periode itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X