Soal Salah Stempel SK Pejabat Nias Barat, Bupati Nias Selatan: Kayaknya Mereka Asal Bikin Stempel Saja

Kompas.com - 09/01/2020, 06:23 WIB
Surat Klarifikasi Pemerintah Kabupaten Nias Barat atas adanya stempel BKD Nias Selatan dalam SK Bupati Nias Barat bernomor 820-2 tertanggal 2 Januari 2020 tentang pemberhentian dan pelantikan 94 ASN dalam jabatan baru. HENDRIK YANTO HALAWASurat Klarifikasi Pemerintah Kabupaten Nias Barat atas adanya stempel BKD Nias Selatan dalam SK Bupati Nias Barat bernomor 820-2 tertanggal 2 Januari 2020 tentang pemberhentian dan pelantikan 94 ASN dalam jabatan baru.

NIAS SELATAN, KOMPAS.com - Terkait kesalahan setempel SK pejabat Nias Barat yang baru dilantik, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha telah memerintahkan Badan Kepegawaian Nias Selatan untuk memeriksa stempel asli.

Hilarius menegaskan bahwa saat ini stempel asli masih berada di Nias Selatan.

"Kami telah memerintahkan kepala BKD untuk mencari stempel (Nias Selatan di SK pejabat Nias Barat) dari mana," kata Hilarius Duha kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan tidak pernah memberikan stempel kepada Pemerintah Kabupaten Nias Barat.

"Kayaknya mereka main stempel-stempel saja, asal bikin stempel saja," ucapnya.

Baca juga: Disoal, SK Pelantikan Pejabat Nias Barat Diberi Stempel Nias Selatan

Hilarius berharap peristiwa serupa tidak terjadi di Nias Selatan. Badan Kepegawaian Daerah diimbau berhati-hati dalam menerapkan stempel. Sebab, jika terjadi kesalahan serupa, sanksi tegas menanti bagi pelakunya.

Terkait permintaan maaf dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Hilarius menyatakan pihaknya selalu menerima setiap maaf dari siapa pun.

"Sebab kita semua tidak luput dari sebuah kesalahan. Namun kita semua harus selalu berhati-hati dan teliti, dan ini selalu saya sampaikan kepada seluruh pegawai katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Nias Barat Faigizatulo Halawa mengakui telah terjadi kesalahan pencantuman stempel pada petikan Surat Keputusan (SK) Bupati Nias Barat bernomor 820-2, tertanggal 2 Januari 2020 tentang pemberhentian dan pelantikan 94 ASN dalam jabatan baru.

"Kami mengakui adanya kesalahan stempel yang tertera pada Surat Keputusan Bupati Nias Barat," kata Faigizatulo di kantornya, Rabu (8/1/2020).

Ia mengatakan, kesalahan stempel itu murni karena khilaf dan lalai, bukan disengaja.

Baca juga: Soal Kolam Renang Ridwan Kamil, Pengamat: DPRD Jabar Jangan Hanya Jadi Tukang Stempel

 

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nias Barat meminta maaf kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan kepada pihak-pihak yang berkaitan masalah itu.

"Kami sudah meminta maaf kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan," ujarnya.

Selanjutnya, Faigizatulo mengatakan, Bupati Nias Barat akan menindak tegas pegawai yang salah memberi stempel itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X