Bupati Demak Keluarkan Surat Edaran Larangan Bertamu Saat Magrib

Kompas.com - 09/01/2020, 06:06 WIB
Bupati Demak,  M Natsir menyalami para calon jamaah haji Demak,  seusai acara pembekalan dan pelepasan pemberangkatan calon jamaah haji di Gedung IPHI Demak,  Rabu (25/7/2018) KOMPAS.com (ARI WIDODO)Bupati Demak, M Natsir menyalami para calon jamaah haji Demak, seusai acara pembekalan dan pelepasan pemberangkatan calon jamaah haji di Gedung IPHI Demak, Rabu (25/7/2018)

DEMAK,KOMPAS.com - Mengawali Tahun Baru 2020,  Bupati Demak HM Natsir menerbitkan Surat Edaran tentang Larangan Bertamu Menjelang Maghrib dan Isya.

Surat yang ditandatangani orang nomor satu di Demak tersebut ditetapkan tanggal 2 Januari 2020 tetapi mulai beredar ke masyarakat luas melalui media sosial sejak Senin (6/1/2020).

Surat edaran tersebut jelas tertulis ditujukan kepada kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, jajaran TNI dan Polri, pimpinan ormas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta semua anggota aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan/karyawati di lingkungan BUMN/ BUMD di wilayah Demak.

Baca juga: Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Pada paragraf pertama di Surat Edaran nomor 450/ 1 tahun 2020, tertera tujuan melarang aktivitas bertamu saat maghrib merupakan tindak lanjut dari gerakan "Maghrib Matikan TV" sebagai upaya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Meski demikian, ada pengecualian iimbauan pelarangan bertamu menjelang maghrib, di antaranya, saat takziyah, besuk, acara pengajian, khitanan dan pernikahan serta acara keagamaan lainnya.

Surat Edaran tersebut menuai kontroversi dari beberapa elemen.

Salah satunya disampaikan oleh Nur Wahid, Wakil Ketua DPRD Demak.

Menurutnya, surat edaran tersebut merupakan bentuk pembatasan silaturahim.

"Itu tidak bagus menurut agama, karena agama justru memerintahkan untuk memperbanyak silaturahim," ungkapnya.

Baca juga: Birokrasi Dirampingkan, Menpan RB Keluarkan Surat Edaran

Politisi Golkar tersebut menambahkan, justru untuk menyukseskan program pemerintah daerah, misalnya "Maghrib Matikan TV", Pemda harusnya memperbanyak program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyrakat.

"Lebih bagus jika pemda menyediakan sarana mengaji dan para ustaz dipikirkan kesejahteraannya serta para pemuda diberi sarana belajar di kampung kampung, bukan malah ditekan dengan larangan semacam itu,"ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Karyawan PLN Pematangsiantar Positif Covid-19

2 Karyawan PLN Pematangsiantar Positif Covid-19

Regional
Klaster BPOM Ambon, 46 Pegawai Positif Covid-19, Belum Ada yang Sembuh

Klaster BPOM Ambon, 46 Pegawai Positif Covid-19, Belum Ada yang Sembuh

Regional
Lawan Paslon Gibran-Teguh, Cucu PB XII Coba Bentuk Koalisi Parpol di Solo

Lawan Paslon Gibran-Teguh, Cucu PB XII Coba Bentuk Koalisi Parpol di Solo

Regional
Tak Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Wanita Ini Melahirkan di Mobil Patroli Polisi

Tak Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Wanita Ini Melahirkan di Mobil Patroli Polisi

Regional
Pulang dari Perjalanan Dinas, Seorang Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19

Pulang dari Perjalanan Dinas, Seorang Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19

Regional
21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

Regional
Geger Pelecehan Seksual Berkedok Dosen Lakukan Riset Swinger di Yogya

Geger Pelecehan Seksual Berkedok Dosen Lakukan Riset Swinger di Yogya

Regional
86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

Regional
Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Regional
Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Regional
Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Regional
Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Regional
Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Regional
Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X